Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PBNU Tegaskan Saluran Politik Nahdliyin Bukan Hanya PKB

PBNU Tegaskan Saluran Politik Nahdliyin Bukan Hanya PKB Ilustrasi NU. ©2020 Merdeka.com/nu.or.id

Merdeka.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan jika organisasinya bukan milik partai politik mana pun, termasuk partai yang digadang-gadang dekat dengan NU yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Hal itu disampaikan Khatib Syuriah PBNU Abu Yazid.

"Walaupun PKB adalah mungkin menjadi saluran warga NU. Tapi ingat warga NU bukan hanya di PKB," ujar Yazid dalam acara seminar Rakernas Partai NasDem, di JCC, Jakarta Pusat, Kamis (16/6).

"Bahkan ketika kami ditanya, apakah PKB saluran nahdliyin. Tapi kalau kemudian katakanlah mereka (PKB) pol-polan hanya mendapat 10% terus yang 40% itu siapa yang mengayomi," tambah Yazid.

Semua Partai Berhak Dapat Suara Nahdliyin

Oleh karena itu, Yazid menegaskan bahwa semua partai berhak untuk mendapatkan suara dari warga NU. Maka dia berpesan kepada seluruh partai politik untuk membangun kompetisi yang baik berbasis kreasi dan inovasi.

"Karena untuk mendapatkan warga nahdliyin, suara mereka ini, untuk menjadi pemenang. Itu memang butuh kreativitas tingkat tinggi. Karena kita ini adalah bagian dari warga Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.

Menurutnya, NU memiliki komitmen besar bukan hanya terhadap satu kelompok maupun identitas tertentu. Melainkan terhadap seluruh masyarakat dengan menjunjung nilai kebersamaan, persatuan, kemanusiaan dan keadilan yang berbalut dalam kebhinekaan.

"Bahwa NU sudah betul-betul menggarisi dalam prinsip dasar bahwa ketika kita berbangsa bernegara identitas apa pun boleh. Asalkan tetap dalam persatuan karena sebagai warga negara harus memiliki persaudaraan," tuturnya.

Politik Identitas

Dia pun menyayangkan kalau ada yang mengklaim NU demi kepentingan politik. Hal itu termasuk praktik politik identitas, padahal para nahdliyin sangat banyak dengan beragam latar belakang.

"Kami tegaskan warga NU, banyak, dan mereka ada di mana-mana sehingga ketika kita bicara meraup suara warga NU, mestinya partai mana pun, bahkan partai yang mengaku sebagai anak NU itu, harus kreatif dan inovatif," tuturnya.

"Kenapa? Karena dengan politik identitas, menjual NU. Itu akan menyakiti mereka yang warga NU tapi bukan partai tersebut," tambahnya.

(mdk/yan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP