Panglima TNI kaget diundang rapat Pansus RUU Pemilu

Panglima TNI kaget diundang rapat Pansus RUU Pemilu. "Tapi masalah keamanan singkat saja, bahwa sesuai keputusan MK bahwa Pemilu menjadi suatu keharusan menjadi satu. Sehingga yang menjadi perhatian untuk pengamanan dalam pemilihan legislatif saja itu sudah sangat luar biasa," kata Gatot.

Rizky Andwika
Oleh Rizky Andwika - Reporter
Panglima TNI kaget diundang rapat Pansus RUU Pemilu
Panglima TNI rapat Revisi UU Pemilu. ©2016 Merdeka.com

Panitia Kerja Khusus RUU Pemilu menggelar rapat kerja dengan Kapolri, Panglima TNI dan Jaksa Agung membahas RUU Pemilu di Ruang Pansus B, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/12). Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku kaget ketika mengetahui dirinya diundang dalam rapat kerja. "Saya terkejut tahu-tahu saya diundang ke sini, tapi masalah keamanan singkat saja, bahwa sesuai keputusan MK bahwa Pemilu menjadi suatu keharusan menjadi satu (serentak). Sehingga yang menjadi perhatian untuk pengamanan dalam pemilihan legislatif saja itu sudah sangat luar biasa," kata Gatot dalam rapat panitia khusus (Pansus) RUU Pemilu, di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (13/12).Untuk masalah keamanan, Gatot menyerahkan sepenuhnya kepada Polri dan tentu sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, TNI selalu siap memberikan bantuan tambahan pengamanan. "Masalah hukum itu tentu nantinya disampaikan oleh Kapolri, kalau kami di TNI amanatnya kami siap diperbantukan sesuai dengan ketentuan UU yang berlaku ketika diperlukan kepolisian," tukasnya. Panglima TNI menghadiri rapat kerja dengan Pansus RUU Pemilu. Sementara, Kapolri Jenderal Tito Karnavian diwakilkan oleh Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Agus Andrianto. Jaksa Agung HM Prasetyo diwakilkan oleh Jaksa Agung Muda Pidana Umum Noor Rachmad. Rapat kerja dipimpin langsung oleh Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy.

Rekomendasi