OSO sebut wajar Presiden Jokowi marah jika diserang hoaks

Menurut OSO, Jokowi sesungguhnya tidak mudah marah dan memberikan pernyataan keras soal isu tertentu jika tidak dirasa perlu. Selama ini, kata dia, Jokowi tidak pernah marah ketika diserang berbagai isu terkait kinerjanya.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
OSO sebut wajar Presiden Jokowi marah jika diserang hoaks
Jokowi di Rapimnas Hanura. ©Setpres RI/Rusman

Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang menganggap wajar jika Presiden Joko Widodo menyikapi dengan keras segala isu miring dan fitnah terhadapnya. Menurut pria yang akrab disapa OSO ini, respons keras Jokowi dilakukan karena isu-isu tersebut tidak sesuai dengan fakta.

"Bukan serangan balik tapi zaman now situasi sekarang dia capres yang resmi sudah mencalonkan diri dan wajar kalau dia mencounter isu-isu yang tidak menguntungkan bagi dirinya," kata OSO di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/4).

Menurut OSO, Jokowi sesungguhnya tidak mudah marah dan memberikan pernyataan keras soal isu tertentu jika tidak dirasa perlu. Selama ini, kata dia, Jokowi tidak pernah marah ketika diserang berbagai isu terkait kinerjanya.

"Sah-sah saja orang ngomong apa tentang dia, dia juga enggak marah kok. Kalau dia ngomong orang marah-marah sama dia juga, dia enggak marah. Lantas kalau dia marah dikit juga masa orang marah gitu?," ujar OSO.

OSO mengaku tak bisa menebak gaya komunikasi yang disampaikan Jokowi berkaitan dengan pencalonannya sebagai Presiden di Pemilu Serentak 2019. Selain itu, Ketua DPD RI ini juga mengklaim banyak rakyat menyukai Jokowi meski punya komunikasi politiknya kerap sulit ditebak.

"Jokowi orang yang enggak bisa ditebak. Itu lah kelebihannya dia. Orang enggak bisa ditebak tapi rakyat suka. Rakyat suka loh sama Jokowi," ucapnya.

Diketahui, Jokowi memberikan respons keras atas isu-isu yang belakangan ditujukan kepadanya, mulai dari hutan yang membengkak hingga prediksi Indonesia bubar pada tahun 2030 dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Pernyataan Jokowi disampaikan saat memberikan sambutan dalam acara Konvensi Nasional Galang Kemajuan Tahun 2018 di Ballroom Puri Begawan, Bogor, Sabtu (7/4).

Contohnya, Jokowi menyindir Prabowo dengan menyebut pemimpin seharusnya memberikan rasa optimisme kepada rakyatnya. Bukan sebaliknya malah menularkan virus pesimisme.

"Jangan pesimis 2030 bubar. Pemimpin itu harus memberikan optimisme kepada rakyatnya. Pemimpin harus memberikan semangat kepada rakyatnya meskipun tantangannya tidak gampang," kata Jokowi.

Jokowi juga geram dengan pemberitaan di media sosial tentang isu utang pemerintah yang jumlahnya mencapai ribuan triliun Rupiah. Presiden Jokowi menegaskan, utang itu bukan karena ulahnya melainkan sudah ada dari pemerintah sebelumnya.

Rekomendasi