Mengingat Kembali Ikrar Persahabatan Jokowi dan Prabowo yang Tak Pernah Putus

"Sering, ketika sedang naik sepeda, rantainya putus. Tapi percayalah pada saya, Pak Prabowo, rantai persahabatan kita, rantai persahabatan saya dengan Pak Prabowo yakinlah tidak akan pernah putus," kata Jokowi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Mengingat Kembali Ikrar Persahabatan Jokowi dan Prabowo yang Tak Pernah Putus
Jokowi dan Probowo nonton Pencak Silat. ©2018 Laily Rachev - Biro Pers Setpres

Capres Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto dua kali menjadi lawan pada Pilpres 2014 dan 2019. Dari pertarungan itu keduanya terkesan musuh berat. Padahal dua tokoh itu sebenarnya bersahabat.

Dalam berbagai kesempatan, Jokowi dan Prabowo sama-sama menyampaikan jika keduanya saling bersahabat meski tengah bertarung dalam konstestasi Pilpres 2019. Keduanya berkompetisi, namun persahabatan keduanya tidak pernah putus.

Berikut momen-momen ikrar persahabatan Jokowi dan Prabowo yang tercatat di tengah hangatnya persaingan Pilpres 2019:

Saat sesi terakhir debat keempat beberapa waktu lalu, Capres Joko Widodo (Jokowi) bercerita jika ketika naik sepeda rantainya sering putus. Namun Jokowi berjanji persahabatannya dengan Prabowo Subianto tak akan pernah putus. Mantan wali kota Solo itu tetap ingin bersahabat meski pertarungan Pilpres telah usai.

"Sering, ketika sedang naik sepeda, rantainya putus. Tapi percayalah pada saya, Pak Prabowo, rantai persahabatan kita, rantai persahabatan saya dengan Pak Prabowo yakinlah tidak akan pernah putus," kata Jokowi.

Mendengar pernyataan itu, Prabowo mengangkat tangan dan mengangguk. Riuh suara pendukung meramaikan ruangan debat kala itu.

Capres 02 Prabowo Subianto mengaku menjalin persahabatan dengan Jokowi. Namun karena menjadi lawan politik mereka dianggap bermusuhan. Padahal yang berbeda hanya masalah politik, sementara keduanya bersahabat.

"Jadi bagaimana ya, saya ini juga bersahabat dengan beliau. Kalau kami berbeda, kami berbeda tentang kenegaraan," jawab Prabowo pada sesi terakhir debat keempat beberapa waktu lalu.

"Kita pun tidak akan putus persaudaraan kita. Kita berjuang untuk rakyat sama-sama biar rakyat yang menentukan yang terbaik untuk bangsa," sambung Prabowo.

Selama debat Pilpres 2019, Capres Prabowo Subianto kerap kali bernada keras ketika menjawab pertanyaan Capres Jokowi. Pada sesi terakhir debat keempat, mantan Danjen Koppasus itu meminta maaf lantaran intonasi suaranya sering keras. Menurutnya hal itu bukan berati marah atau emosi melainkan datang secara alami.

"Debat kadang-kadang maaf, Pak, suara saya keras. Saya setengah Banyumas, setengah Minahasa. Bapak kan Solo, halus," kata Prabowo.

Beberapa kali, Capres Jokowi mengutarakan keinginannya untuk bertemu Prabowo Subianto. Salah satunya usai pencoblosan 17 April 2019. Jokowi mengaku berencana bertemu langsung dengan Capres nomor urut 02 itu.

Saking ingin bertemunya, dalam berbagai kesempatan Jokowi menyampaikan keinginannya bertemu Prabowo. Seperti saat deklarasi kemenangan di Kampung Deret Johar Baru Jakarta Pusat, Jokowi kembali menyampaikan keinginannya ingin bertemu Prabowo.

"Rencananya kan sejak awal, sejak tanggal 17 April sudah ada," ujar Jokowi pekan lalu.

Rekomendasi