Ma'ruf Diadang di Pamekasan, BPN Prabowo Ajak Pendukung Hargai Perbedaan

"Demokrasi itu dengan segala macam perbedaannya ya kita harus menghargai perbedaan itu jangan mengganggu yang lain," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/4).

Sania Mashabi
Oleh Sania Mashabi - Reporter
Ma'ruf Diadang di Pamekasan, BPN Prabowo Ajak Pendukung Hargai Perbedaan
Tim Pemenangan Prabowo-Sandi laporkan jumlah DPT bermasalah. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, Ahmad Muzani menilai, pengadangan cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin oleh pendukung Prabowo-Sandi di Pamekasan, Jawa Timur tidak pas. Sebab, kata dia, sesama pendukung harus saling menghormati.

"Demokrasi itu dengan segala macam perbedaannya ya kita harus menghargai perbedaan itu jangan mengganggu yang lain," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/4).

Muzani juga membantah, pihaknya memobilisasi massa pendukungnya untuk mengadang Ma'ruf. Bahkan mobilisasi massa untuk datang kampanye Prabowo-Sandi.

"Kita enggak pernah melakukan mobilisasi apa-apa. Cuma diumumkan Pak Prabowo mau kampanye di sini-di sini nanti ada toa halo-halo ke kampung-kampung," ucapnya.

rombongan maruf diadang massa pro prabowo ©2019 Merdeka.com/liputan6.com


Sebelumnya, usai melakukan kampanye terbuka di Sumenep, Madura, calon wakil presiden Ma'ruf Amin hendak menghadiri acara Haul dan berziarah ke makam Kiai Suhro di Pamekasan. Namun, sekitar Pukul 17.35 WIB di desa Jambringin, belasan mobil iringan Ma'ruf mendadak memperlambat laju kendaraan.

Ternyata, ratusan pendukung pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga mengkrumuni. Hal ini terlihat dari teriakan massa, dan beberapa atribut yang dibawanya.

Ada massa yang di pinggir jalan sembari mengacungkan jempol dan telunjuk simbol nomor paslon tersebut. Ada pula yang berada di atas motor, sembari sesekali teriak dan menggeber gas kendaraannya.

"Prabowo, Prabowo, Prabowo," pekik massa, Senin (1/4).

Rekomendasi