Wakil Ketua Balitbang Partai Golkar, Ali Mochtar Ngabalin mengatakan meski Jusuf Kalla (JK) tidak hadir di Munas Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, namun kehadiran Aksa Mahmud membuktikan bahwa JK sebenarnya tetap ingin berusaha menarik Partai Golkar ke Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Aksa Mahmud merupakan politikus senior Partai Golkar dan orang dekat JK yang berusaha membawa kekuatannya untuk bergabung ke KIH."Meski JK tidak hadir di arena Munas, tapi kehadiran Aksa di sekitar arena Munas, menguatkan bahwa JK tetap ingin menarik Partai Golkar ikut dalam gerbongnya untuk bergabung dalam KIH," ujar Ngabalin di sela-sela acara Munas Partai Golkar di Nusa Dua,Bali,Rabu (3/12).Menurut dia, JK ngotot agar yang jadi ketua umum Partai Golkar bukanlah Ical. "Maunya JK yang jadi ketum itu Airlangga Hartarto dan Hajrianto Tohari," tegasnya.Langkah JK yang seperti itu, kata dia, sah-sah saja di dalam politik dan proses demokrasi."Pihak JK juga tidak usah membantah dan risau karena langkahnya diketahui karena hal seperti itu normal saja," jelas Ngabalin."Partai Golkar dan seluruh kader-kadernya melihat langkah JK yang seperti ini justru berterima kasih, karena dengan begitu Partai Golkar justru menjadi semakin solid dan Partai Golkar justru merasa semakin tertantang untuk membangun soliditas internal," tandasnya.
Kubu Ical tuding JK ingin bawa Golkar ke KIH lewat Airlangga
Meski JK tak hadir di Munas, tapi keberadaan Aksa Mahmud membuat Ngabalin yakin akan adanya peran JK.
Rekomendasi