Komisi II akan RDP dengan Kemendagri-Bawaslu-KPU Pastikan Kesiapan Pilkada

Anggota Komisi II DPR Fraksi PDIP, Johan Budi mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar rapat dengan Kemendagri, Bawaslu dan KPU untuk memastikan kesiapan Pilkada. Dia ingin Pilkada aman dari corona.

Muhammad Genantan Saputra
Komisi II akan RDP dengan Kemendagri-Bawaslu-KPU Pastikan Kesiapan Pilkada
Gedung DPR. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Lima hari lagi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 akan dilaksanakan. Namun, kasus positif Covid-19 di Indonesia masih meningkat.

Anggota Komisi II DPR Fraksi PDIP, Johan Budi mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar rapat dengan Kemendagri, Bawaslu dan KPU untuk memastikan kesiapan Pilkada. Dia ingin Pilkada aman dari corona.

"Rencananya kami di komisi II akan RDP lagi untuk meyakinkan itu seperti apa sanggup apa enggak dalam pelaksanaan protokol Covid 19 itu, rencananya sama Kemendagri juga, kalau gak salah hari Senin atau Selasa, kita ingin memastikan lagi dengan perkembangan baru ini sejauh mana kesiapannya," ucapnya, Jumat (4/12).

Johan melanjutkan, pengawasan protokol kesehatan terhadap pelaksanaan Pilkada paling utama. Aturan harus ditegakkan jika ada yang melanggar.

"Memang belakangan ini ada peringkat penyebaran Covid, kalau dari baca berita penyebabnya adanya kerumunan yang pasti tidak menggunakan protokol kesehatan," ucapnya.

Johan menuturkan, dalam beberapa kali kunjungan komisi II ke beberapa daerah, persiapan protokol Covid 19 sudah menjadi perhatian utama dari KPU Bawaslu maupun pemerintah daerahnya itu. Misalnya, pengaturan jam nyoblos agar masyarakat tidak berkerumun di TPS.

"Misalnya ada warga yang mencoblos jam 7 sampai 8, kedua pembatasan terhadap TPS, kan maksimal 500, kalau di beberapa daerah sepertinya gak sampe 500 satu TPS," katanya.

Kemudian, kata Johan, ketika pencoblos hendak masuk TPS dan bersuhu di atas 37,5 derajat akan diarahkan ke bilik khusus. "Ini salah satu langkah yang dilakukan untuk mencegah prepare terjadinya penularan Covid-19," pungkas mantan Jubir KPK itu.

Rekomendasi