Kepengurusan baru, PKS tak punya alasan tinggalkan KMP

Mereka tidak ingin mengikuti jejak PAN dengan gabung ke pemerintah.

Rizky Andwika
Oleh Rizky Andwika - Reporter
Kepengurusan baru, PKS tak punya alasan tinggalkan KMP
Kampanye PKS. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Kepengurusan baru Partai Keadilan Sejahtera (PKS) periode 2015-2020 telah diumumkan dalam Munas yang digelar 13-15 September di Depok. Sejumlah muka-muka baru dari kalangan muda masuk menjadi pengurus. Sementara beberapa nama yang dikenal dekat dengan mantan Presiden PKS Anis Matta mental dari susunan pengurus inti. Lalu apakah perombakan besar kepengurusan akan turut merubah arah politik Partai Dakwah?Sekretaris Fraksi PKS di DPR Sukamta menegaskan tak akan ada perubahan arah politik partainya yang merupakan Koalisi Merah Putih (KMP) dan membelot untuk bergabung dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Bahkan, dia menyatakan tak ada alasan yang kuat untuk meninggalkan KMP. "Kalau arah politik, si enggak lah. Saat ini tidak ada alasan yang cukup untuk meninggalkan KMP," kata Sukamta saat dihubungi merdeka.com, Selasa (15/9). Anggota Komisi I DPR ini juga menegaskan tak akan mengikuti jejak Partai Amanat Nasional (PAN) yang telah secara resmi menyatakan bergabung dengan pemerintah. Lebih jauh, lanjut dia, menjadi partai yang berada di luar pemerintahan, justru memiliki keuntungan tersendiri bagi partainya. Keuntungan tersebut, partainya dapat memberikan solusi maupun bersikap kritis ke pemerintah di tengah gejolaknya perekonomian yang sedang sulit saat ini. "PKS melihat menjadi oposisi itu sama terhormatnya dengan pemerintah. Untuk membantu pemerintah saat ini dalam menghadapi situasi sulit secara ekonomi, ya PKS akan terus bersikap kritis dan memberikan konsep, wacana dan solusi pembanding. Sehingga bangsa ini bisa kaya dengan alternatif bukan monolog pemerintah saja," ujarnya. Selain itu, dia membantah bahwa kepengurusan baru partainya di bawah kepemimpinan Presiden Sohibul Iman merupakan upaya bersih-bersih para loyalis Presiden PKS sebelumnya, Anis Matta. Buktinya, kata dia, banyak dari pengurus lama yang dipilih menjadi pengurus PKS yang baru Periode 2015-2020. "Banyak pengurus zaman Pak Anis masuk ke kepengurusan ini yang beda kan cuma Ketua Majelis Syura dan Presidennya. Lainnya orang lama," tandasnya.

Rekomendasi