Ini Para Jenderal TNI dan Polri yang Jadi Menteri Jokowi

Ada Fachrul Razi, menteri Jokowi yang berasal dari TNI.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ini Para Jenderal TNI dan Polri yang Jadi Menteri Jokowi
Kabinet Indonesia Maju. ©2019 Merdeka.com/Intan Umbari

Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah mengumumkan nama menteri untuk Kabinet Indonesia Maju. Jokowi memilih menteri dari kalangan partai politik dan non-partai politik.

Beberapa nama dari non-partai politik, Jokowi menunjuk kalangan TNI dan Polri. Siapa saja mereka? Berikut ulasannya:

Presiden Jokowi menunjuk Luhut Binsar Panjaitan sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Luhut merupakan purnawirawan jenderal TNI AD.

Dia wajah lama di pemerintahan Jokowi. Sebelumnya Luhut menempati pos yang sama di kabinet Jokowi-JK.

Kalangan TNI yang masuk dalam pemerintahan Jokowi periode kedua ialah Moeldoko. Purnawirawan Jenderal TNI AD ini merupakan Panglima TNI tahun 2013 hingga 2015.

Sama seperti Luhut Binsar Panjaitan, Moeldoko juga wajah lama di kabinet Jokowi.
Pada periode pertama dia dipercaya sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Di periode kedua Moeldoko masih dipercaya menjadi Kepala Staf Kepresidenan.

Kemudian ada Fachrul Razi, menteri Jokowi yang berasal dari TNI. Purnawirawan jenderal TNI AD ini merupakan mantan Wakil Panglima TNI pada tahun 1999-2000.

Saat ini dia telah pensiun dari TNI. Pada periode kedua pemerintahan Jokowi, Fachrul ditunjuk sebagai Menteri Agama.

Lalu ada Prabowo Subianto menteri Jokowi berasal dari TNI. Purnawirawan Letjen TNI AD ini terakhir menjabat sebagai Pangkostrad pada 1998. Di periode kedua pemerintahan Jokowi, Prabowo ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan.

Selanjutnya, menteri Jokowi dari kalangan TNI Terawan Agus Putranto. Terawan ditunjuk sebagai Menteri Kesehatan. Sebelumnya dia sebagai Kepala Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Soebroto. Pangkat terakhir Terawan di TNI ialah Mayor Jenderal.

Dari kalangan Polri, Presiden Jokowi memilih Jenderal Tito Karnavian. Sebelum ditunjuk sebagai menteri, Tito menjabat sebagai Kapolri.

Dia kemudian mengundurkan diri dari posisi Kapolri karena dipilih menjadi Menteri Dalam Negeri.

Rekomendasi