Aburizal Bakrie (Ical) memberikan pidato politiknya terakhir sebagai ketua umum dalam Munaslub Partai Golkar. Tidak luput, pantun sebagai ciri khas juga dilontarkan.Dirinya mengaku bakal mengenang pelbagai hal selama memimpin Partai Golkar. "Pengalaman memimpin Partai Golkar akan saya kenang sampai kapan pun. Di saat terakhir ini saya hanya terima kasih kepada semua dari hati," kata Ical di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC), Nusa Dua, Bali, Sabtu (14/5).Dalam pantun sebagai penutup pidatonya, Ical memberikan tiga buah. Satu pantun bahkan dia buat khusus kepada Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla.Pantun khusus itu berisi kepercayaan rakyat di bawah kepemimpinan keduanya. Maka itu, Ical membuat pantun khusus.Sedangkan dua pantun lainnya, berisi tentang jalan panjang Partai Golkar dalam mengarungi politik dalam negeri. Selanjutnya, terkait kepada terkait delapan caketum Golkar.Berikut tiga pantun Ical dalam pidatonya di Munaslub Golkar:Laju laju prahu laju
Ombak meninggi anginnya kencang
Pandai Golkar melaju
Hindari hidup terhempas karangRebut suara cari dukungan
Para kandidat bersaing visi
Jangan menggunting dalam lipatan
Jangan menohok kawan sendiriSolo Makassar bersatu padu
Tapi ombaknya naik dan turun
Jokowi-JK terus bersatu
Indonesia senang rakyatnya rukun