Gerindra Nilai Prabowo Bicara Fakta Soal Lulusan SMA jadi Tukang Ojek

"Prabowo bicara bukan kontroversi tapi fakta seperti banyak posisi pekerjaan di sektor informal transportasi online yang banyak diisi oleh pengemudi ojek yang berpendidikan SMA dan S1," jelasnya.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Gerindra Nilai Prabowo Bicara Fakta Soal Lulusan SMA jadi Tukang Ojek
prabowo bersama relawan di Istora Senayan. ©2018 Merdeka.com/facebook prabowo

Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, sempat menyinggung soal lulusan SMA yang banyak bekerja menjadi tukang ojek. Pernyataan Prabowo ini lantas menjadi kontroversi. Bahkan Prabowo diusulkan menjadi Bapak Ojek Online.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, mengatakan apa yang disampaikan Prabowo merupakan fakta yang terjadi. Pengemudi ojek online, menurutnya, banyak yang berpendidikan SMA dan bahkan S1.

"Prabowo bicara bukan kontroversi tapi fakta seperti banyak posisi pekerjaan di sektor informal transportasi online yang banyak diisi oleh pengemudi ojek yang berpendidikan SMA dan S1," jelasnya kepada merdeka.com, Jumat (23/11).

Dia melanjutkan, sekitar 40 persen masyarakat Indonesia bekerja di sektor informal yang cenderung minim jaminan keselamatan. Arief mengatakan, para pekerja di sektor informal ini tidak mendapat jaminan sosial maupun ketenagakerjaan.

"Kedua tidak ada penghasilan tetap berupa gaji bulanan," ujarnya.

Hal ini menurutnya akibat kegagalan program ekonomi pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. "Jadi ya ini terbukti kalau program ekonomi Joko Widodo gagal menyerap angkatan kerja yang memiliki skill dan berpendidikan SMA Dan S1," jelasnya.

"Seharusnya para lulusan SMA dan S1 itu bisa diserap di lapangan kerja sektor informal, bukan terus malah di sektor informal yang tidak banyak memerlukan skill tertentu," jelas dia.

Sebelumnya, Prabowo miris melihat meme yang menyebut lulusan SMA kini menjadi tukang ojek.

Rekomendasi