Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Rahmat Bagja mengungkapkan berdasarkan hasil pantauannya, permasalahan yang masih terjadi di Pilkada Provinsi Jawa Barat adalah kendala logistik. Seperti masih adanya surat suara yang baru datang kemarin, Selasa (26/6), sebelum hari-h pemilihan. Temuan ini terjadi lebih banyak untuk pemilihan di tingkat provinsi.
"Jadi kelemahan terbesar untuk di Provinsi Jawa Barat adalah logistik, untuk Pilgub bermasalah," ungkapnya di Desa Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/6).
Bagja mengaku, seharusnya logistik untuk Pilgub di Jawa Barat sudah sampai pada tanggal 25 Juni 2018 lalu. Namun, persoalan logistik yang belum lengkap di sana pun turut memberi andil menjadi kendala di sana.
"Jadi terkendala memasukkan dalam kotak suara. Seharusnya kotak suara itu dalam keadaan tersegel. Akan tetapi kemarin hampir beberapa daerah yang saya kunjungi semuanya tidak dalam keadaan tersegel karena logistiknya belum lengkap, misalnya ada sampul surat suara yang belum datang, kemudian ada surat suara yang belum di plastikin, ini masalah juga ke depan, KPUD Provinsi Jawa Barat," jelasnya.
Menurutnya, untuk persoalan logistik Pilkada di tingkat Kabupaten/Kota sudah tertangani. Seperti ditemukannya surat suara yang basah namun bisa diganti.
"Untuk Pilbup, Pilwakot, Alhamdulillah sudah tertangani walaupun ada beberapa misalnya kemarin saya ke Tasik, Majalengka surat suara basah, di Bogor juga ada kabar juga demikian kemudian bisa diganti," kata Bagja.
Bagja mengatakan, persoalan logistik yang ditemukan itu nantinya akan menjadi evaluasi Bawaslu untuk pemilu 2019 nantinya.
"Oh iya bakal dievaluasi. Ada apa sih sebenarnya soal logistik ini," imbuhnya.
Reporter: Yunizafira Putri
Sumber: Liputan6.com