Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Ahmadi Noor Supit menyatakan telah memperkirakan rincian anggaran 7 proyek pembangunan DPR menyentuh angka Rp 2,3 triliun- Rp 2,7 triliun. Hal tersebut telah dirumuskan saat rapat tertutup antara Banggar, Pimpinan DPR beserta Menteri Keuangan Bambang Brojonegoro, semalam. Supit menjelaskan, 7 proyek tersebut akan dilakukan secara multiyears. Untuk tahun ini, pihaknya menyodorkan anggaran sebesar Rp 600-Rp 700 miliar."Kalau tidak salah yang diajukan tahun ini sekitar Rp 600-700 miliar untuk gedung dan alun-alun demokrasi," kata Supit di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (25/8). Dana sebesar Rp 700 miliar tersebut, kata Supit, akan diupayakan dicantumkan dalam RAPBN tahun 2016. Tetapi hal tersebut, harus terlebih dahulu melihat beberapa pertimbangan, seperti penerimaan pajak yang tahun ini lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya. "Tadi malam Menkeu ingin melihat apakah ada optimalisasi atau tidak, karena memang kita melihat sementara ini ruang fiskalnya agak sedikit karena penerimaan pajak kita lebih rendah kenaikannya dari tahun-tahun sebelumnya, biasanya 30-40 persen kenaikan dari tahun-tahun sebelumnya, ini hanya dirancang sekitar 5 persen," ujarnya. Namun, lanjut Politikus Golkar ini, anggaran tersebut dapat saja berubah pada lain waktu. Pasalnya, di tengah perekonomian yang sedang merosot saat ini. "Kami akan singgung itu pemerintah mampu nggak mengendalikan dolar 2015, kalau seandainya tidak mampu kendalikan sampai 2015, tentu kita koreksi semuanya," tandasnya.
Anggaran gedung baru DPR dicicil, tahun ini cair Rp 600 miliar
Anggaran ini dialokasikan untuk membangun gedung dan alun-alun demokrasi.
Rekomendasi