Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra menilai Kejaksaan Agung harus steril dari kepentingan politik. Dia pun menilai wajar jika Kemenpan RB memberikan kinerja buruk terhadap Jaksa Agung Prasetyo selama tahun 2015 lalu.Yusril pun setuju jika Prasetyo harus perbaiki kinerjanya ke depan. Dia ingin penegakan hukum bebas dari kepentingan politik."Ya harus steril betul dari politik. Kalau hukum ya hukum saja, jangan campur aduk hukum dengan politik," kata Yusril di Kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla, Selasa (5/1).Namun demikian, Ketua Umum PBB ini juga tak setuju jika latar belakang politisi dan non parpol jadi acuan memilih Jaksa Agung. Menurut dia, orang non parpol juga belum tentu bebas dari kepentingan politik."Kalau menurut saya tidak terlalu penting orang itu ada di politik atau tidak, Hamdan Zoelva (mantan politisi PBB) di Ketua MK saya berkali-kali kalah di MK, dan itu bahkan menyangkut kepentingan PBB. Jadi kita pernah menguji mengenai parlementery treshold kita juga mengajukan tentang pemilu serentak, dikabulkan cuma sebagian," tutur dia.Dengan contoh demikian, Yusril juga tak sepakat jika Jaksa Agung memang harus dari non parpol. "Tapi saya menanggap tidak terlalu penting orang itu berlatarbelakang politik, karena orang yang non politik sama sekali saja bisa ikut politik," tegas dia.
Yusril: Kejaksaan Agung harus steril betul dari politik
"Kalau hukum ya hukum saja, jangan campur aduk hukum dengan politik," kata Yusril.
Rekomendasi