Wanita asal Ghana pemilik paspor palsu diduga korban trafficking
Merdeka.com - Obeng Debora, wanita asal Ghana, hingga kini masih dalam pemeriksaan di kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bali. Kasus pemalsuan paspor yang digunakannya mengarah dugaan bahwa wanita berwajah manis tubuh atletik ini adalah korban trafficking.
Kepala Imigrasi Ngurah Rai, Yosep HR Widodo mengatakan, bahwa perempuan ini aslinya asal Afrika Selatan, namun dia mengaku asal Republik Ghana. Sementara di paspornya dari warga Prancis dengan nama yang berbeda pula.
"Dari penyidikan kami, wanita ini berasal dari Afrika Selatan. Ngakunya dari Republik Ghana dan dalam pasport tertulis asal perancis," beber Yosep, Jumat (5/8).
Yosep meyakinkan, bahwa tidak mungkin perempuan ini bisa bepergian kemana-kemana, mengingat ekonominya yang tidak begitu tinggi.
"Kecurigaan kami kemungkinan besar dia ini menjadi korban human trafficking. Dan saat ini kami masih mendalami kasus ini, darimana dia mendapatkan paspor palsu itu," paparnya.
Untuk sementara, kata Yosep, pihaknya masih menunggu kiriman paspor asli dari Ghana milik wanita ini. "Kasusnya masih kita dalami, sementara kita tunggu paspor aslinya dari negaranya, dia mengaku dari Republika Gana. Kami tidak bisa memulangkan dia secara langsung, dia tidak ada paspor," ungkapnya.
Dia mengatakan, pelaku diamankan di Terminal Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai saat pemeriksaan di Imigrasi, saat itu Debora terlihat gugup saat menunjukkan paspor. Diketahui wanita ini akan berangkat menuju Sidney Australia dengan menggunakan pesawat Jetstar.
"Kalau dilihat dari orangnya memang dia tidak mungkin dia bisa bepergian sendiri, dia ini dari Negara dunia ketiga," pungkasnya.
Sebelumnya, Obeng Debora (43) perempuan asal Republik Ghana, diduga menggunakan dokumen identitas perjalanan (paspor) palsu. Dia ditangkap saat akan berangkat dengan menggunakan pesawat Jetstar tujuan Denpasar Sidney, di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
"Jadi dia ini menggunakan paspor palsu, aslinya dari Ghana dengan memiliki nama Obeng Debora namun dia telah memakai paspor palsu atas nama Ampofo Grace,ujar petugas di bandara Ngurah Rai, Kamis (4/8).
Setelah ditangkap yang bersangkutan dibawa ke Holding Room Kantor Imigrasi Keberangkatan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk dilakukan pendalaman. "Sampai dengan saat ini yang bersangkutan masih diamankan guna kepentingan penyelidikan dan penyidikan," kata dia.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya