Wakil wali kota Bandung sumbang gajinya untuk gedung baru KPK

Wakil Walikota Bandung, Ayi Vivananda sumbang Rp 1,8 juta untuk pembangunan gedung baru KPK.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Wakil wali kota Bandung sumbang gajinya untuk gedung baru KPK
Gedung KPK. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Wakil Walikota Bandung, Ayi Vivananda terus menggalang dana untuk Gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ayi beserta tokoh masyarakat dan organisasi lainnya yang ada di Jawa Barat akan membuka posko di sekretariat masing-masing.Tercatat lebih dari lima organisasi yang masih peduli untuk pembangunan gedung baru KPK. Di antaranya Warga Asli Garut, Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI), Komite Peduli Jawa Barat, Paguyuban Bendjang, Persatuan Artis dan Film Indonesia (PARFI) Jabar dan Monraker.Ayi menambahkan sumbangan itu merupakan dukungan moral terhadap lembaga KPK untuk memerangi tindak pidana korupsi. Korupsi di Indonesia menurutnya sudah menjadi sesuatu yang bersifat endemik dan membahayakan."Ini adalah bentuk perlawanan kita terhadap korupsi. Agar Indonesia tidak dianggap negara gagal," kata Ayi di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Jalan Perintis Kemerdekaan, Bandung, Rabu (11/7).Rencananya posko saweran untuk KPK tersebut akan dilakukan mulai Rabu (11/7) ini hingga satu bulan ke depan. Dalam kesempatan itu Ayi juga menyumbang seluruh gajinya pada bulan Juli 2012."Gaji saya pada bulan Juli disumbangkan semuanya, ada sekitar Rp 1,8 juta," tutur Ayi.Galangan saweran yang dilakukan dari berbagai elemen masyarakat ini, lanjut Ayi sekaligus menepis anggapan bahwa pembangunan gedung baru hanyalah area kewenangan yang berada di DPR dan KPK."Untuk memerangi penyakit korupsi tidak bisa dilakukan disatu lembaga saja. Tapi harus dilakukan bersama-sama dengan lembaga lainnya di Indonesia," jelasnya.Dia berharap dengan dibukanya posko dan penggalangan dana untuk KPK bisa mengumpulkan dana sebanyak-banyaknya. "Saya kira hilang atau tidaknya tindak pidana korupsi tergantung dari masyarakat itu sendiri yang peduli atau tidak. Makannya kita buka posko untuk mengajak masyarakat bisa terus ramai-ramai menggalang dana," katanya.

Rekomendasi