Wajib pakai kondom, PSK Kampung Baru rajin cek kesehatan

"Percuma dong kita cek kesehatan terus tapi penyakitnya datang dari orang lain," kata Mawar, bukan nama sebenarnya.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Wajib pakai kondom, PSK Kampung Baru rajin cek kesehatan
Ilustrasi Prostitusi. ©2014 Merdeka.com

Meski sudah bergelut di dunia prostitusi yang rentan penyakit kelamin, bukan berarti pekerja seks komersial (PSK) Kampung Baru, Palembang, menomorduakan kesehatan. Bagi mereka rizki tak akan mengalir jika 'berpenyakit.'Di lokalisasi yang berada di Jalan Kolonel H Burlian KM 9, Palembang itu, setidaknya ada 500-an PSK berikut germo. Mayoritas mereka bukan warga pribumi, melainkan pendatang dari pulau Jawa, seperti Bandung, Garut, Indramayu, Brebes, dan beberapa daerah di Jawa lainnya.Menurut Mawar (bukan nama sebenarnya), ia mencari rizki di tempat itu sebagai PSK sudah lima tahun. Banyak pengalaman suka duka yang dirasakan pendatang dari Garut itu. Ramainya pengunjung setiap malam, membuat ia bertahan di kampung esek-esek itu."Lumayan kak, semalam bisa melayani 3 sampai lima tamu. Penghasilan di sini bisa dibilang memang menjanjikan," kata Mawar saat berbincang dengan merdeka.com, Sabtu (8/3) malam.Menurut dia, sejak dulu para PSK di sana sudah terbiasa dengan menjaga kesehatan. Sebab, mereka menyadari prilaku seks seperti itu berisiko tinggi terkena penyakit kelamin.Selain mewajibkan pasangan menggunakan kondom, PSK Kampung Baru rutin mengecek kesehatan dalam waktu tertentu. Tak heran, hingga kini mereka tetap eksis dalam menggeluti dunia malam dan pelanggan pun tak lari ke tempat lain."Kalau pasangan tidak mau pakai kondom kami tidak mau, karena hukumnya wajib. Percuma dong kita cek kesehatan terus tapi penyakitnya datang dari orang lain," kata dia.Rupanya, kebiasaan itu setelah germo (mami) mereka selalu memaksa dan menolak anak buah yang enggan mengikuti aturan yakni menjaga kesehatan intim.Paksaan ini bukan tanpa alasan. Selain baik bagi PSK sendiri, dengan kesehatan terjaga, rupiah terus mengalir ke dompet para germo."Ga mau ada anak buah yang bandel. Kata orang sih kita kotor, tapi wanita di sini tahu bagaimana mencegah timbulnya penyakit," kata Rini (35), salah satu germo di Kampung Baru.

Rekomendasi