Utang Menumpuk, Aulia Kesuma Merasa Lega Usai Suami dan Anak Tiri Tewas
Merdeka.com - Aulia Kesuma alias AK mengaku spontan akan membayar empat orang eksekutor suaminya dan anak tirinya, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili alias ECP, dan M Adi Pradana alias Dana alias D sebesar Rp500 juta. Namun, dirinya saat itu hanya sanggup bayar Rp100 juta per orang eksekutor.
"Ya sebenarnya waktu itu spontanitas kalau masalah Rp500 juta. Dan tidak bilang 500 juta kali 4. Kejadian sesungguhnya saya bilang, saya cuma sanggup bayar 100 juta per orang, pada waktu itu mereka menyanggupi," kata Aulia di Polda Metro Jaya, Selasa (3/9).
"Di tengah jalan yang namanya Rpitu kesurupan, dan tidak jadi ikut. Pas lagi perjalanan itu yang namanya Ajis ngomong, Rp200 juta sanggup nggak mba. Yaudahlah 200 juta kalau di kali 4 masih cukup," sambungnya.
Dalam pembayaran, Aulia mengakui kalau saat itu tak punya uang. Ia berani menjanjikan uang sebesar itu setelah dua aset bangunan milik suaminya disita oleh bank.
"Ada setelah di sita sama bank. Sebenernya untuk bulan ini aja dua bulan. Kepikiran saya kalau nggak ketauan ini, kan saya nggak bayar pastinya bank nggak akan lama-lama menyita gitu kan. Karena saya nggak ada mediasi segala macam saya sudah bilang nggak sanggup bayar, silakan disita," katanya.
Usai membunuh itu, Aulia merasa lega dan berharap utang-utangnya di bank bakal tertutup. "Jujur maksudnya lega iya saya sempat mengucap Alhamdulillah dalam hati saya lepas dari hutang saya yang begitu saya benar benar menghimpit saya. Rp200 juta per bulan itu cari dari mana," pungkasnya.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya