Usai pesta miras oplosan, Agus tewas kejang-kejang

Partono menjabarkan pihaknya masih kesulitan untuk mencari tahu darimana miras oplosan maut yang menewaskan Agus itu dibeli. Sebab, kata Partono, Agus yang mengetahui asal muasal miras oplosan itu meninggal dunia.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Usai pesta miras oplosan, Agus tewas kejang-kejang
Ilustrasi mayat. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/forestpath

Gara-gara mengonsumsi miras oplosan, Agus Supardiono (55) meninggal dunia, Senin (25/12). Sebelumnya Agus mengonsumsi miras oplosan bersama seorang kawannya yang bernama Edy Suyatman (60).

Menurut Kapolsek Gedongtengen, Kota Yogyakarta, Kompol Partono, peristiwa nahas di malam Natal itu bermula saat Agus datang berkunjung ke rumah Edy yang berada di Pringgokusuman, Gedong Tengen. Saat datang, Agus membawa miras oplosan untuk diminumnya bersama Edy.

"Keduanya mulai minum pada pukul 00.30 Wib. Kemudian pada pukul 02.00 Wib keduanya mengalami kejang-kejang," ujar Partono, Senin (25/12).

Begitu kejang-kejang, kata Partono, Agus dan Edy langsung dilarikan ke RS PKU Kota Yogyakarta. Sempat mendapat perawatan di UGD selama 9 jam, akhirnya Agus yang kesehariannya bekerja sebagai kuli bangunan ini meninggal dunia. Sedangkan Edy masih dalam perawatan intensif di RS PKU.

"Kami masih mengembangkan kasus ini. Kami masih mencari jenis miras yang diminum dan dimana membelinya," terang Partono.

Partono menjabarkan pihaknya masih kesulitan untuk mencari tahu darimana miras oplosan maut yang menewaskan Agus itu dibeli. Sebab, kata Partono, Agus yang mengetahui asal muasal miras oplosan itu meninggal dunia.

"Yang membawa miras si Agus. Masih buntu penyelidikannya. Diduga oplosan dan ada kemungkinan korban mencari bahan sendiri dan mengoplosnya sendiri," urai Partono.

Partono menambahkan dari keterangan anak Edy, Agus yang membawa miras oplosan ke rumah. Kedua korban, sambung Partono memang sering mengonsumsi miras.

"Kedua korban sering mabuk miras bersama. Sudah berulang kali diingatkan warga tetapi keduanya tetap meminum miras," tutup Partono.

Rekomendasi