Rapat Dewan di Komisi III dengan pihak Dispenda Karangasem, mendadak buyar. Ini terjadi setelah salah satu anggota dewan I Wayan Madeg Ariarta, Ketua Fraksi Partai Demokrat, DPRD Karangasem, tumbang meregang nyawa. Alhasil pembahasan pajak akomodasi di Karangasem terpaksa dihentikan."Tiba-tiba langsung ambruk dari kursinya, saat berdiri mencerca cara kerja pihak dispenda terkait pajak sejumlah villa di Karangasem," ujar rekan korban di Komisi III, I Ketut Sucinta, ditemui ruang jenazah RSUD Karangasem, Bali, Selasa (13/1).Informasi dari sejumlah anggota dewan yang hadir dalam rapat tadi, saat itu korban begitu tegang mengkritisi kerja dispenda."Ia memang sangat peka dan kritis terhadap bentuk aturan yang tidak ditegakkan. Mungkin karena tegang, jadi shock. Kata dokter karena jantung," sambung rekan dewan lainnya, Selasa (31/1) di Karangasem.Legislator asal Dusun Padang Tunggal, Desa Duda, Kecamatan Selat, Karangasem, tersebut tiba-tiba tumbang sesaat setelah ia melontarkan kritikan pedas terhadap Dispenda soal tidak terdatanya Villa yang berada di Kecamatan Selat, sehingga luput dari pungutan pajak.Dilanjutkan Sucinta, saat itu dirinya tepat duduk di sebelah korban. Pada awalnya rapat kerja dengan Dispenda itu berjalan lancar, di mana saat itu anggota dewan banyak memberikan masukan kepada Dispenda."Termasuk korban sempat memberikan penyataan soal Villa yang tidak dipungut pajak. Nah selesai menyampaikan pendapatnya itulah tiba-tiba korban langsung jatuh. Saya kira dia bercanda, saya sempat bilang 'bli bangun bli' dan saat itu korban ngorok dengan tubuh kejang," jelas Sucinta.Bahkan korban oleh seluruh peserta sempat dipapah dan dibaringkan di atas meja. Karena tidak juga sadarkan diri, korban langsung dilarikan ke Rumah sakit dengan menggunakan mobil wakil ketua dewan, namun sayang korban yang dalam keadaan koma itu tidak dapat tertolong nyawanya setelah 15 menit mendapat penanganan.Teriakan histeris istri korban, Ni Kadek Suardani di ruang jenazah, ketika mendengar kabar suaminya. Wanita beranak dua yang selama ini bekerja sebagai guru PNS di salah satu SD di Desa Ulakan, ini tidak kuasa menahan duka hingga sempat pingsan di samping jenazah sebelum disemayamkan.
Usai cecar eksekutif, anggota dewan Karangasem tiba-tiba meninggal
Sebelum menghembuskan napas terakhir, korban sempat mengkritisi keberadaan villa yang luput dari pungutan pajak.
Baca Juga
Peluang Pemakzulan Bupati Gowa Terbuka
Advertisement
Rekomendasi