Uang bayaran rusak kapel di Ogan Ilir dipakai pelaku buat beli sabu

Dari catatan kepolisian, aktor intelektual aksi tersebut adalah AS (45), Kepala Desa Rantau Alai dan AF (56), Kepala SMA Negeri 1 Rantau Alai. Untuk melancarkan niatnya, kedua tersangka membayar kepada para pelaku sebesar Rp 2 juta.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Uang bayaran rusak kapel di Ogan Ilir dipakai pelaku buat beli sabu
Rumah ibadah kristiani dirusak warga. ©2018 istimewa

Polda Sumsel menangkap sepuluh pelaku perusakan rumah ibadah umat Katolik (kapel) di Desa Mekar Sari, Kecamatan Rantau Alai, Ogan Ilir. Polisi masih memburu dua pelaku lain yang diduga turut terlibat.

Dari catatan kepolisian, aktor intelektual aksi tersebut adalah AS (45), Kepala Desa Rantau Alai dan AF (56), Kepala SMA Negeri 1 Rantau Alai. Untuk melancarkan niatnya, kedua tersangka membayar kepada para pelaku sebesar Rp 2 juta.

Uang tersebut diserahkan kepada tersangka US alias A (56) dan memerintahkan mencari orang yang bersedia menghancurkan kapel. US pun berhasil merekrut sejumlah rekannya dari tiga desa sekitar.

Dari beberapa orang yang terlibat, satu tersangka di antaranya, yakni IW (36), bersedia turun tangan asalkan diberikan uang sebesar Rp 700 ribu untuk membeli sabu. Mereka sepakat dan akhirnya mengatur rencana agar aksi itu berhasil.

Dengan menggunakan lima unit sepeda motor, para tersangka mendatangi kapel pada malam hari. Mereka berbagi tugas, ada yang mengawasi situasi, menghalangi warga, merusak dinding, mengeluarkan barang-barang seisi kapel, dan membakarnya.

Setelah satu jam mengobrak-abrik kapel, para tersangka kabur dan warga mulai mendekat untuk memadamkan api. Beberapa tersangka kabur ke luar kota hingga Bangka Belitung.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengungkapkan, aktor intelektual aksi itu tidak terima kondisi kapel menjadi lebih bagus setelah direnovasi.

"Mereka mengakui semua perbuatannya, mereka menyesal," ungkap Zulkarnain, Rabu (21/3).

Untuk melengkapi berkas perkara, penyidik menyita 24 item barang bukti. Diantaranya dua palu besar (godam), tiga batu kali, sebilah parang, empat unit sepeda motor, dan patung Bunda Maria, patung Yesus, Alkitab yang terbakar, dan sejumlah barang lain.

"Penyidik masih memburu dua pelaku lain, identitasnya sudah kita ketahui," jelas dia.

Rekomendasi