Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tudingan Demo Mahasiswa untuk Jatuhkan Jokowi Dinilai Berlebihan

Tudingan Demo Mahasiswa untuk Jatuhkan Jokowi Dinilai Berlebihan Demo Mahasiswa di Semarang. ©2019 Liputan6.com/Gholib

Merdeka.com - Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus menilai, berbagai tudingan yang menyebut demo mahasiswa dan pelajar di gedung DPR untuk menjatuhkan pemerintah sebagai tudingan yang berlebihan. Dia meyakini, aksi itu menjadi kesempatan untuk menyampaikan suara rakyat.

"Kalau ada kelompok yang bilang (demo) untuk menjatuhkan Presiden Jokowi, itu terlalu berlebihan. Pasti ini paranoid versi penguasa yang tidak ingin kekuasaannya diganggu," kata dia di kantor Formappi, Jakarta Timur, Kamis (26/9).

Demikian juga soal tudingan aksi penolakan terhadap RUU KUHP dan revisi UU KPK itu ditunggangi oleh pihak tertentu, Lucius menyatakan tidak yakin.

"Saya kira kalau melihat suara yang diteriakkan di lapangan tempat aksi itu, ya ini suara-suara tulus yang muncul dari emosi sekian lama yang ditahan oleh publik, lalu disuarakan oleh mahasiswa dan pelajar," katanya.

"Kalo ada yang menganggap aksi demo kemarin ada yang menunggangi, pasti orang-orang itu sudah memprovokasi mahasiswa dan pelajar itu," ujar dia.

Selama ini menurut Lucius, masyarakat yang berkomentar tentang DPR dan Pemerintah hanya dapat dilakukan melalui media sosial saja. "Ya itu kemarin kesempatan buat publik, buat mengeluarkan yang selama ini mereka pendam," pungkasnya.

Reporter Magang: Chicilia Inge

Jangan Lewatkan:

Ikuti Polling Bagaimana Pendapat Anda soal RUU KUHP? Klik di Sini!

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP