Tim dokter terus pantau kondisi mata penyidik KPK Novel Baswedan

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, kerusakan sel terhadap mata Kasatgas e-KTP itu telah berhenti. Akan tetapi sel mata kiri masih perlu penanganan secara intensif.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Tim dokter terus pantau kondisi mata penyidik KPK Novel Baswedan
Novel Baswedan disiram air keras. ©2017 Merdeka.com

Kondisi kesehatan mata penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan berangsur membaik. Meski demikian, tim medis yang menangani Novel masih melakukan observasi lanjutan.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, kerusakan sel terhadap mata Kasatgas e-KTP itu telah berhenti. Akan tetapi sel mata kiri masih perlu penanganan secara intensif.

"Per kemarin disampaikan bahwa proses pengrusakan sel telah berhenti, namun pertumbuhan jaringan masih lambat. Tekanan mata membaik secara umum namun bagian kiri tekanan masih lebih tinggi," ujar Febri, Senin (17/4).

Adanya kondisi tersebut, dokter terus memantau kondisi perkembangan kesehatan mata Novel guna mempertimbangkan tindakan operasi selaput mata.

"Rencananya dokter akan melihat sampai hari ini terkait apakah dibutuhkan operasi selaput di mata atau tidak," pungkasnya.

Tidak luput, Febri menghaturkan terima kasih terhadap seluruh masyarakat Indonesia yang mendukung penyidik yang dikenal berani menangani kasus korupsi besar, secara penuh dalam upaya pemberantasan korupsi.

"Kami ucapkan terima kasih pada masyarakat yang terus mengawal dan mendoakan kesehatan Novel," ucapnya.

Hal senada juga sempat disampaikan kakak Novel, Taufik Baswedan yang menuturkan kondisi kesehatan mata adiknya itu berangsur membaik meski perlu dipantau secara intensif.

"Alhamdulillah masih dalam perawatan intensif, ada perkembangan membaik, tapi kita juga nunggu hasil observasinya selama beberapa hari ini untuk menentukan tindakan selanjutnya," kata Taufik.

Diketahui, saat ini Novel berada di Singapura untuk menjalani perawatan terhadap matanya akibat tersiram cairan asam sulfat, Selasa (11/4) oleh orang tak dikenal sepulang ibadah salat Subuh berjamaah. Sebelumnya mantan Kasatgas simulator SIM itu sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading sebelum dirujuk ke Jakarta Eye Center dan diterbangkan ke Singapura.

Rekomendasi