Utomo, bapak yang menelantarkan anaknya telah tiba di Mapolda Metro Jaya. Dia tiba sekitar pukul 15.30 WIB bersama istrinya dengan pengawalan ketat polisi.Pantauan merdeka.com, Kamis (14/5), Utomo yang merupakan dosen universitas swasta ini mengenakan kemeja hitam dan topi nampak menundukkan kepala. Dia dan istri kemudian digiring ke ruangan Subdit Jatanras Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan.Sementara, adik Dani tampak ketakutan melihat banyak orang di Mapolda Metro Jaya. Dia sempat menangis dan berteriak menolak turun dari mobil."Enggak mau turun pokoknya," kata adik Dani.Beberapa komisioner KPAI langsung bergegas membujuk anak tersebut. Akhirnya mereka mau diajak turun dan berpindah mobil untuk dibawa ke Kantor KPAI di Jalan Teuku Umar, Menteng.Seperti diketahui, Dani ditelantarkan dan tak diizinkan masuk ke dalam rumah. Akibatnya, tiap malam Dani terpaksa tidur di pos jaga, sedangkan di siang hari kegiatannya hanya berkeliling kompleks dengan sepedanya."Jadi sebenarnya kasus ini sudah lama terjadi beberapa bulan yang lalu, namun sempat hilang. Mungkin dia (Dani) mencoba untuk kembali ke rumahnya. Namun sekarang sekitar sebulan yang lalu kasus ini muncul lagi," jelas Sugeng Pribadi, Ketua RT 03/11 Kelurahan Jati Karya, Kecamatan Jati Sampurna, Bekasi ketika dihubungi.Lebih lanjut Sugeng menjelaskan selain ditelantarkan oleh kedua orangtuanya, Dani juga sudah tidak bersekolah lagi. Selain itu, beberapa tetangga juga kerap mendengar jeritan Dani di malam hari, seolah tengah disiksa.
Tiba di Polda Metro Jaya, bapak terlantarkan anak tundukkan kepala
Utomo merupakan dosen di salah satu universitas swasta.
Advertisement
Rekomendasi