Terlibat narkoba & tawuran, 9 siswa SMP 4 Sampit didrop out

"Dari sembilan siswa yang kami kembalikan ke orangtuanya tersebut empat siswa sekarang pindah ke pesantren, dan lima siswa ke sekolah lainnya bahkan kita langsung yang mengantarkan mereka," kata Siti.

Dedi Rahmadi
Oleh Dedi Rahmadi - Reporter
Terlibat narkoba & tawuran, 9 siswa SMP 4 Sampit didrop out
Ilustrasi. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Sebanyak sembilan siswa SMP 4 Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng diberhentikan pihak sekolah karena ketahuan mengonsumsi narkoba dan terlibat perkelahian atau tawuran. Kepala sekolah SMP-4 Sampit, Siti Hadijah membenarkan pemberhentian sembilan siswa tersebut."Sebetulnya mereka tidak kami berhentikan, namun kami kembalikan kepada orangtuanya. Dan kami tetap memfasilitasi ke sekolah lain. Mereka dikembalikan ke orangtua karena beberapa peringatan dari pihak Sekolah tidak diindahkan, dan dari sembilan siswa itu yang kedapatan mengonsumsi narkoba satu siswa," ujar Siti, Senin (23/10). Seperti dilansir Antara.Dikembalikannya ke sembilan siswa tersebut kepada orangtuanya karena pihak SMP 4 Sampit sudah tidak sanggup lagi membinanya. Pemberhentian kesembilan siswa tersebut tidak serta merta dilakukan, sebelumnya telah dilakukan pembinaan, namun tidak ada perubahan.Menurut Siti, pemberhentian tidak begitu saja, mereka para siswa tetap diberikan pilihan, dan pihak sekolah memfasilitasi kepindahan siswa ke sekolah lain jika masih ingin melanjutkan sekolah."Dari sembilan siswa yang kami kembalikan ke orangtuanya tersebut empat siswa sekarang pindah ke pesantren, dan lima siswa ke sekolah lainnya bahkan kita langsung yang mengantarkan mereka," katanya.Lebih lanjut Siti mengatakan, kesembilan siswa tersebut berhenti dari SMP 4, namun tetap melanjutkan pendidikan ke sekolah lain.Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur Bima Ekawardhana mengaku belum mengetahui hal tersebut karena belum mendapat laporan."Kita belum tahu hal tersebut, tapi kami akan segera mengecek langsung ke sekolah yang bersangkutan," demikian Bima.

Rekomendasi