Anggota TNI yang sedang bertugas mengamankan dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Pulau Rondo, Provinsi Aceh, mengalami kesulitan air bersih dan listrik.
Padahal, air bersih dan listrik menjadi kebutuhan utama untuk aktivitas prajurit sehari-hari.
Komandan Pleton (Danton) Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Pulau Rondo Lettu Mar Farizal di Sabang baru-baru ini mengungkapkan, air bersih dan listrik merupakan kebutuhan primer, namun di Pulau Rondo susah mendapatkannya.
Farizal menambahkan, di Pulau Rondo ada satu mesin penyulingan air yang disediakan, namun biaya operasionalnya sangat tinggi dan tidak sebanding dengan air yang dihasilkan. Malahan untuk memenuhi kebutuhan air jika hujan turun pihaknya harus menampung air hujan.
"Air yang dihasilkan dari mesin penyulingan sangat sedikit, dan tidak sesuai dengan biaya operasional yang dikeluarkan. Demi memenuhi kebutuhan sehari-hari kami juga menampung air hujan untuk konsumsi sehari-hari," keluhnya.
Kemudian, lanjut Farizal, untuk kebutuhan energi listrik, sebelumnya ada solar cell (listrik tenaga matahari), tapi belakangan ini tenaga surya itu sudah rusak, dan kebutuhan listrik disana dibantu oleh tenaga surya milik navigasi, itu pun terbatas.
"Solar cell kita sudah lama rusak dan belum diperbaiki sampai sekarang. Syukur selama ini kebutuhan listrik dibantu oleh solar cell dari mercusuar milik navigasi," ucapnya seperti dikutip Antara.
Lebih lanjut dia menambahkan, secara keseluruhan luas Pulau Rondo 42 hektare. Dan letaknya pada titik koordinat 06.05.00 LU dan 095.07.00 BT.
Kota Sabang sendiri terdiri dari lima pulau di antaranya Pulau Weh, Rubiah, Seulako, Klan dan paling ujung Pulau Rondo yang jaraknya sekitar 15 mil atau 15,6 kilometer lepas pantai Kota Sabang.