Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan adanya pengeroyokan yang menimpa Kepala Desa Lripubogu, Hamsah Husein. Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (24/5) sekitar pukul 08.00 WITA.
Berdasarkan video yang diposting @ndorobeii melihatkan, tak hanya Hamsah yang mendapatkan hal tersebut. Melainkan seorang petugas Lingkungan Masyarakat (Linmas) atau hansip juga mendapatkan hal yang tak menyenangkan.
"Kronologis kejadian awalnya pada hari Minggu (24/5) sekitar jam 08.00 WITA, pada saat selesai Salat Id di Masjid Al Nikmat, Hamsah Husain menegur salah satu jemaah yang baru selesai melaksanakan Salat Id di Masjid Al Nikmat," kata Kabagpenum Div Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat dikonfirmasi merdeka.com.
Dalam peristiwa tersebut, tak hanya Hamsah yang menjadi korban pengeroyokan melainkan ada tiga orang lainnya yakni Nawir, Parman dan Samsudin Batalipu.
Ia menjelaskan, saat itu Hamsah menegur salah satu jemaah agar ikut anjuran pemerintah untuk tidak melakukan Salat Id di Masjid melainkan di rumah bersama keluarga.
"Menegur dengan perkataan ikut instruksi dari pemerintah salat di rumah saja, salah satu pelaku tidak terima perkataan Kades Lripubogu, tiba-tiba pelaku langsung memukul Hamsah, mengenai di bagian muka dan belakang telinga," jelasnya.
"Serta anggota linmas Nawir yang bertugas, dianiaya oleh pelaku lainnya. sehingga Nawir mengalami luka parah dan sekarang di rujuk ke Rumah Sakit Buol," sambungnya.
Hamsah mengetahui dan melakukan hal tersebut, karena berdasarkan adanya laporan dari masyarakat adanya kegiatan Salat Id berjemaah di Masjid Al Nikmat.
"Karena adanya laporan masyarakat bahwa ada kegiatan Salat Id di Masjid Al Nikmat, sehingga camat dan Kades Lripubogu mengundang jemaah yang selesai melaksanakan. Namun ada provokator yang memancing suasana sehingga terjadi tindak pidana penganiayaan," ungkapnya.
Advertisement
Sementara itu, Kapolsek Bunobogu AKP Muhammad Hasby mengatakan, dari empat orang yang menjadi korban tersebut adanya seorang relawan gugus tugas Covid-19.
"Cuma memar empat orang termasuk linmas dan relawan gugus covid totalnya empat," ujar Hasby.
Ternyata, yang melaksanakan Salat Id itu justru bukan merupakan pengurus masjid setempat. Karena, para pengurus masjid setempat telah mengikuti anjuran pemerintah.
"Emang di daerah kita lagi PSBB kan, jadi dilarang untuk kegiatan di luar dibatasi termasuk Salat Ied. Ada di satu desa itu, di masjid kecil sih yang tetap melaksanakan. Tetapi bukan pegawai seharinya, imam-imam dadakan itu yang tidak mau mendengar diberi tahu itu," ungkapnya.
"Pengurus masjid tidak sedang salat di situ, tapi di rumah. Bukan (pengurus masjid) itu orang-orang yang tidak mau diatur dan merasa paling baik amalannya kan, anggap ini pemerintah enggak benar," sambungnya.
Kini, untuk para terduga pelaku pengeroyokan tersebut sedang menjalani proses pemeriksaan di Polsek Bunobogu.
"Tetapi Alhamdulillah sudah saya amankan tadi semua di Polsek ada 19 (orang), masih dalam proses penyidikan, sementara masih diduga pelaku," tutupnya.