Targetkan 35 Ribu Penerima, Pemkot Tangsel Mulai Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas

Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) mulai menggelar vaksinasi 18+ atau untuk warga berusia 18 tahun ke atas, Selasa (29/6). Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengungkapkan, 35 ribu orang menerima vaksin dosis pertama pada hari ini.

Kirom
Oleh Kirom - Reporter
Targetkan 35 Ribu Penerima, Pemkot Tangsel Mulai Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas
Tangsel Mulai Vaksin Warga 18 Tahun ke Atas, Penerima Ditargetkan 35 Ribu Orang. ©2021 Merdeka.com

Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) mulai menggelar vaksinasi 18+ atau untuk warga berusia 18 tahun ke atas, Selasa (29/6). Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengungkapkan, 35 ribu orang menerima vaksin dosis pertama pada hari ini.

Dia menyebutkan, vaksinasi 18+ digelar serentak di 5 lokasi di Kota Tangsel, yakni di Universitas Pamulang, Bx Change, BSD Junction, Teras Kota, dan Sport Center Alam Sutera.

"Di Unpam (Universitas Pamulang) sudah 5 ribu orang mendaftar, hari ini 35 ribu orang target kita," kata Pilar Saga di kampus Unpam, Selasa (29/6).

Dia memaparkan, vaksinasi 18+ ini pada tahap awal diperuntukkan bagi warga ber-KTP Tangsel. Sementara warga lain yang berdomisili di Tangsel dan ber-KTP di luar Tangsel, bisa mendaftar ke RT, RW dan puskesmas sesuai domisilinya.

"Ber-KTP Tangsel yang diutamakan. Kalau daftar sesuai domisili di Tangsel, bisa melakukan pendaftaran ke RT/RW dan puskesmas. Tapi kalau yang lewat Halodoc itu kita kunci untuk ber-KTP Tangsel," jelas dia.

Pembatasan dilakukan agar target penerimaan vaksin bagi warga Tangsel bisa terpenuhi. Alasannya, kuota vaksin yang diberikan pemerintah pusat ke daerah juga terbatas.

"Khawatir banyak dari luar Tangsel, sedangkan kita setiap daerah dikasih jatah. Khawatir itu tidak tercapai kalau digabung," kata dia

Dia memastikan bahwa pelaksanaan vaksinasi 18+ di Tangsel bisa berjalan lancar dengan dukungan vaksinator dan tenaga kesehatan yang ada saat ini.

"Kalau kami prinsipnya nakes kita siap, dari perawat, bidan dan sekolah-sekolah kesehatan bisa support. Kita optimistis bisa mengejar target," ucap Pilar Saga.

Rekomendasi