Sebanyak 20.400 dosis vaksin Covid-19 Sinovac mendarat di Bandara Haluoleo, Sulawesi Tenggara. Pemerintah Provinsi setempat tinggal menunggu arahan dari pemerintah pusat mengenai pelaksanaan vaksinasi.
"Sementara menunggu koordinasi lebih lanjut dari Balai POM, lalu kami menunggu mekanismenya secara nasional," kata Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara Nur Endang Abbas, yang ikut menjemput kedatangan vaksin di Bandara Haluoleo, seperti diberitakan Antara, Selasa (5/1).
Setelah ada instruksi dari pemerintah pusat, ia mengatakan, vaksinasi Covid-19 akan dilakukan pada 10.200 tenaga kesehatan yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara.
"Nanti digunakan untuk 10.200 nakes (tenaga kesehatan), karena setiap orang itu menggunakan dua kali pemberian (penyuntikan vaksin). Jadi pemberian pertama satu kali, hari ketiga disuntik lagi," katanya.
Pemerintah daerah, menurut dia, sedang melakukan pengecekan data dan pemeriksaan awal pada tenaga kesehatan yang diprioritaskan untuk mendapat vaksin Covid-19.
"Sekarang ini kita lagi update (perbarui) semua datanya," kata dia.
14.000 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Aceh
Sementara itu, 14.000 dosis vaksin Sinovac tiba di Provinsi Aceh melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar.
"Vaksin Covid-19 tiba melalui Cargo Bandara Sultan Iskandar Muda menggunakan pesawat Lion Air JT 210 Rute CGK-BTJ," kata Danlanud Sultan Iskandar Muda, Kolonel Pnb Mohamad Satriyo Utomo dalam keterangan diterima di Kota Banda Aceh.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Hanif menyebutkan vaksin Sinovac itu telah masuk di gudang penyimpanan milik Dinas Kesehatan Aceh.
Pemerintah Aceh, kata dia, masih harus menunggu arahan dari Kementerian Kesehatan RI untuk rencana distribusi vaksin tersebut ke daerah-daerah di Tanah Rencong.
"Sudah masuk (Vaksin Covid-19) tadi pagi, sebanyak 14 ribu. Vaksinasi masih tunggu instruksi pemerintah pusat," kata Hanif.
Hanif menyebutkan untuk vaksinasi Covid-19 gelombang pertama ini akan diprioritaskan kepada tenaga kesehatan yang menangani langsung pasien-pasien terkait wabah virus yang menyerang paru-paru manusia itu. "Prioritas ke tenaga kesehatan," kata Hanif.
Sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Aceh menyatakan pemerintah pusat menetapkan sasaran pemberian vaksinasi virus corona terhadap 3,3 juta jiwa lebih penduduk Tanah Rencong itu.
"Aceh estimasi akan mendapatkan vaksin sebanyak 3,3 juta orang," Saifullah di Banda Aceh.
Dia melanjutkan hal tersebut merujuk pada surat dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI pada 19 Oktober 2020 lalu tentang Pemberitahuan Rencana Imunisasi Covid-19 per provinsi.
"Dan kemungkinan Aceh akan mulai (vaksinasi Covid-19) pada Maret 2021 nanti," katanya.