Insiden bentrokan yang berakhir dengan terbakarnya musala di Tolikara, Papua mengundang keprihatinan berbagai kalangan. Presiden Joko Widodo mengaku sudah mendengar kabar tersebut.
Dia mengingatkan, Indonesia dibangun dan berdiri di atas kemajemukan. Orang nomor satu di Republik ini mengajak rakyatnya untuk tetap menegakan sikap toleransi dan persatuan.
Pesan itu disampaikan Jokowi saat pembagian sembako gratis kepada warga Solo di Pasar Klitikan Notoharjo, Semanggi, Solo, Sabtu (18/7).
"Indonesia ini negara majemuk dengan berbagai ragam budaya, agama dan suku. Sehingga toleransi antar umat beragama dan persatuan harus dijaga," ujarnya.
Jokowi menambahkan, insiden di Papua sudah ditangani pihak kepolisian. Dari laporan yang diterimanya, kondisi di Tolikara sudah kondusif. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini kembali mengulang pesan untuk rakyatnya.
"Kita perlu mengingatkan bahwa negara kita ini negara multikultural, banyak suku, ada banyak adat istiadat, ada banyak agama, yang bermacam macam, beraneka ragam. Itulah kebhinekaan kita. Tapi yang harus kita jaga adalah toleransi, kebersamaan , persatuan diantara kita dimana pun," tegasnya.
Selain ke Pasar Notoharjo, Jokowi diagendakan mengunjungi Desa Giriroto, Boyolali. Di desa tersebut Jokowi dijadwalkan akan bertemu dengan warga dan membagi sembako gratis. Jokowi dan keluarga akan menghabiskan akhir pekan di Solo. Senin pekan depan, mantan wali kota Solo itu, baru akan kembali ke Jakarta.