Sekolah di Bekasi diserang sekelompok pelajar, 2 orang diamankan

Aksi penyerangan itu terekam CCTV sekolah tersebut. Berdasarkan rekaman, penyerangan dilakukan sekitar pukul 17.54 WIB. Puluhan pelajar yang masih memakai seragam sekolah mendatangi SMK Bisis. Mereka kemudian melempari sekolah tersebut dengan batu, bahkan menyalakan petasan yang diarahkan ke dalam sekolah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Sekolah di Bekasi diserang sekelompok pelajar, 2 orang diamankan
Ilustrasi Tawuran. ©2015 Merdeka.com

Sekelompok pelajar menyerang ke SMK Bina Siswa (Bisis) di Perumahan Harapan Baru, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, pada Kamis (9/11) petang. Akibatnya, kaca jendela di salah satu ruang kelas rusak, dan pintu gerbang roboh.Aksi penyerangan itu terekam CCTV sekolah tersebut. Berdasarkan rekaman, penyerangan dilakukan sekitar pukul 17.54 WIB. Puluhan pelajar yang masih memakai seragam sekolah mendatangi SMK Bisis. Mereka kemudian melempari sekolah tersebut dengan batu, bahkan menyalakan petasan yang diarahkan ke dalam sekolah.Beruntung tak ada korban dalam kejadian tersebut. Sejumlah siswa yang tengah belajar ekstrakurikuler berusaha menghindari serangan.Penyerangan berlangsung sekitar dua menit. Puluhan pelajar yang diperkirakan berjumlah 30-an orang melarikan diri setelah dikejar warga setempat. Bahkan, satu orang di antaranya dapat tertangkap, sebelum diserahkan ke aparat kepolisian setempat.Kapolsek Bekasi Kota, Kompol Suwolo Seto membenarkan peristiwa itu. Pihaknya mengamankan dua orang pelajar dari kelompok penyerang. Kedua pelajar tersebut terindentifikasi berasal dari salah satu sekolah swasta di bilangan Jakarta Timur."Mereka hanya dimintai keterangan seputar penyerangan, statusnya juga masih saksi, karena tak ada laporan polisi yang masuk," kata Suwolo kepada merdeka.com, Jumat (10/10).Dia mengatakan, motif dari penyerangan tersebut karena saling ejek, dan menantang. Kelompok penyerang kemudian terprovokasi sehingga melakukan penyerangan. Ia memastikan tak ada korban jiwa maupun terluka."Anak-anak pelajar tawuran. Saling tantang kemudian terjadi penyerangan," ujarnya.Menurut dia, kasus tersebut diselesaikan dengan mediasi antara kedua sekolah. Meski demikian, pihaknya berjanji akan mengusut jika ada laporan polisi yang masuk terkait penyerangan tersebut.

Rekomendasi