Sejak Pandemi, Pemprov Jabar Gelontorkan Rp 400 M untuk Beli Alat Tes Masif

Anggaran tersebut bisa ditekan seiring dengan adanya sejumlah alat tes buatan akademisi dan laboratorium di Jabar.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Sejak Pandemi, Pemprov Jabar Gelontorkan Rp 400 M untuk Beli Alat Tes Masif
Rapid Test Pegawai Kantor Imigrasi. ©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah mengeluarkan anggaran untuk pengetesan masif kurang lebih Rp400 miliar. Dana tersebut didapatkan dari berbagai sumber, di antaranya APBD melalui dana Belanja Tak Terduga (BTT).

"Ribuan rapid test di Jabar semua menggunakan logistik dari berbagai sumber, salah satunya adalah dari APBD melalui dana BTT. Total anggaran yang dikeluarkan APDB dalam pengendalian Covid-19 di Jabar sampai BTT sebanyak hampir Rp400 miliar lebih," kata Kadinkes Jabar, Berli Hamdani di Gedung Sate, Selasa (23/60).

Meski demikian, ia meyakini bahwa anggaran tersebut bisa ditekan seiring dengan adanya sejumlah alat tes buatan akademisi dan laboratorium di Jabar. Bulan ini, alat tersebut akan mulai diproduksi dan disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Maka pengadaan melalui impor maupun pembelian tentunya akan kita sesuaikan apakah dihentikan atau tetap ada pengadaan, baik impor maupun dalam negeri sesuai dengan kebutuhan tim gugus tugas dalam melakukan pelacakan," terang dia.

Pengetesan masif ini tetap penting untuk menemukan dimana saja penderita atau orang yang terpapar. Salah satu indikator kecepatan melakukan pengetesan bisa dilihat dari bertambahnya terkonfirmasi positif.

"Tapi sekali lagi bahwa banyak yang terkonfirmasi positif, tapi ditemukan dalam stadium gejala ringan bahkan OTG (orang tanpa gejala), tapi leih mudah ditangani daripada mereka ditangani dalam gejala yang berat apalagi sampai meninggal dunia," katanya.

Rekomendasi