Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) resmi digantikan oleh Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) pada 20 Oktober 2014. Setelah lengser, SBY lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga.Melalui akun Instagram milik Ani Yudhoyono, mantan ibu negara ini banyak mengunggah kegiatan SBY beserta keluarga. Banyak hal yang dilakukan SBY, dari jalan-jalan hingga melakukan kegiatan lainnya.Namun, SBY tak pernah muncul dalam acara kenegaraan. Padahal, acara tersebut mengundang para mantan presiden dan wakil presiden.Pertama, dalam pembukaan Konferensi Asia Afrika di JCC Senayan. Sejumlah mantan presiden dan wakil presiden Indonesia dalam pembukaan itu. Namun tak tampak kehadiran SBY.Dalam pidato pembukaannya, Jokowi menyapa para kepala negara yang hadir. Dia juga menyapa para mantan Presiden dan Wakil Presiden, namun tak disebut nama SBY. "Yang saya hormati, Megawati Soekarnoputri, BJ Habibie, Try Sutrisno, Hamzah Haz," kata Jokowi di Ruang Balai Pertemuan, JCC, Senayan, Jakarta Pusat.Kedua, saat agenda Sidang Tahunan MPR. Tampak hadir Presiden ketiga Habibie, Presiden kelima Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden keenam Tri Sutrisno dan Wakil Presiden kesembilan Hamzah Haz. Namun, dari nama yang disebutkan, Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak disebutkan.SBY tak hadiri acara tersebut. Menurut Juru Bicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, SBY absen karena tengah sibuk diundang di beberapa forum luar negeri."Saya terakhir rapat dengan bapak, ada acara bapak yang berada di luar negeri. Bapak banyak sekali diundang di forum-forum internasional sebagai speaker. Seingat saya kami akan ketemu lagi tanggal 27 di Jasmin, Puncak. Dalam rangka rapat kami pengurus inti di DPP Partai Demokrat," kata Ruhut di Gedung Kura-kura, Kompleks Parlemen DPR, Senayan, Jumat (14/8).Menurut Ruhut, sejauh ini kualitas komunikasi Jokowi dengan SBY sangat baik. Apalagi selalu ada yang menjembatani yaitu Luhut Binsar Panjaitan. Namun Ruhut juga menampik dugaan bahwa sengaja SBY janjian tak hadir dengan Boediono."Ini enggak diatur, karena sudah diatur saja jadwal SBY. Bapak SBY sangat menghormati, kalau Bapak bisa pasti datang kok," pungkasnya.Namun, ditemui terpisah, Wakil Ketua Umum DPP Demokrat Syarief Hasan mengaku belum mengetahui alasan ketua umumnya tidak menghadiri acara tersebut. Berbeda dari Ruhut, Syarief justru mengatakan, mungkin SBY sedang mengalami gangguan kesehatan sehingga tidak bisa hadir."Saya belum tahu ya. Saya juga baru dari luar (negeri). Mungkin beliau ada terganggu kesehatan, saya juga tidak tahu," ujarnya. Menurutnya, pada minggu ini ia telah melihat SBY berada di dalam negeri. Namun begitu ia belum melakukan komunikasi lagi hingga hari ini."Saya belum komunikasi. Kemungkinan beliau diundang. Tapi kemarin beliau kurang sehat," tandasnya.
Advertisement
Tak mau ada polemik SBY menjawab alasan dia tak hadir. SBY menjelaskan, kehadiran mantan presiden maupun wakil presiden dalam acara tahunan tersebut bersifat undangan, termasuk upacara peringatan detik-detik proklamasi di Istana. Selama menjabat, tidak seluruh mantan presiden maupun wakil presiden yang memenuhi undangan tersebut."10 Kali saya sampaikan pidato di Senayan, hanya beberapa kali satu-dua mantan Presiden dan Wapres hadir. Karena memang undangan sifatnya. Atas apa yg saya alami dulu, tidak ada pikiran negatif saya kepada beliau-beliau itu. Tidak ada yg salah, karena memang tak ada keharusan," lanjut SBY.Kini yang teranyar, ketika upacara HUT Kemerdekaan RI ke-70 di Istana Negara. SBY lagi-lagi tidak hadir.Melalui akun Twitter pribadinya, Selasa (18/8), SBY menjelaskan alasan ketidakhadirannya di Peringatan HUT ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka. SBY memperingatinya di kampung halamannya di Pacitan."Kemarin (17/8), bersama masyarakat Pacitan, SBY dan Ibu Ani ikuti peringatan detik-detik Proklamasi RI di Nawangan, Pacitan."Dalam upacara tersebut, SBY juga memberikan penghargaan kepada perwakilan veteran dan purnawirawan. Selain itu, SBY juga menerima bendera estafet bendera Merah Putih dari grup napak tilas SMKN 1 Nawangan."SBY juga berikan tanda mata penghargaan kepada perwakilan Veteran dan Purnawirawan, sebagai bentuk terima kasih atas jasa mereka."Sebelumnya, selama masa pemerintahan SBY, Megawati Soekarnoputri sama sekali tak pernah hadir dalam upacara detik-detik proklamasi di Istana Merdeka. Artinya selama sepuluh tahun Mega selalu absen. Nah kini saat Mega hadir di era Presiden Joko Widodo, SBY justru yang tidak hadir.