Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sebelum aniaya guru, siswa SMA di Sampang diperingatkan tak bikin onar dalam kelas

Sebelum aniaya guru, siswa SMA di Sampang diperingatkan tak bikin onar dalam kelas Ilustrasi Penganiayaan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang guru SMA Negeri 1 Torjun, Desa Jrengik, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, tewas diduga usai menjadi korban penganiayaan yang dilakukan siswa muridnya sendiri. Korban diketahui bernama Ahmad Budi Cahyono, guru honorer alias guru tidak tetap (GTT) yang mengajarkan mata pelajaran seni rupa di SMA tersebut.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, kejadian itu Kamis (1/2) siang kemarin. Saat itu korban memberikan materi pelajaran seni lukis di di kelas IX SMA Negeri 1 Torjun. Melihat salah satu siswa diketahui berinisial HL membuat gaduh di dalam kelas.

"Siswa HL ini tidak mendengarkan pelajaran, tapi justru mengganggu teman-temannya dengan mencoret-coret lukisan siswa lainnya," terang Kombes Pol Frans Barung Mangera, saat dihubungi merdeka.com, Jumat (2/2).

Melihat hal ini, kata Barung panggilan akrabnya, korban mengingatkan HL. Supaya tidak membuat keributan, mengganggu siswa lainnya di dalam kelas. Namun, HL tidak menghiraukan teguran dari korban. Bahkan, HL justru makin menjadi mengganggu teman, siswa lainnya.

Budi yang menjadi korban bertanggung jawab sebagai guru pengajar di dalam kelas menghampiri HL.

"Korban memberikan tindakan, mencoret pipi HL dengan cat lukis. Tapi, HL tidak terima, kemudian memukul korban," kata Barung.

Dari pemukulan dilakukan HL ini, siswa yang ada di dalam kelas melerainya. Di sisi lain, siswa juga ada yang melaporkan guru. Akhirnya, korban dan HL dibawa ke ruang guru lalu menjelaskan duduk perkaranya kepada Kepala Sekolah. Mediasi pun dilakukan.

Saat itu Kepala Sekolah tidak melihat adanya luka di tubuh dan wajah korban. Kemudian mempersilakan Budi pulang ke rumah. Namun, sesampainya di rumah Kepala Sekolah mendapat kabar dari pihak keluarga bahwa Budi mengeluh sakit pada lehernya.

Selang beberapa saat itulah korban kesakitan dan tidak sadarkan diri. Oleh keluarga kemudian langsung dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Namun, saat mendapatkan penanganan medis dari dokter, karena kondisinya kritis, tidak lama kemudian korban meninggal.

"Dari keterangan dokter yang menangani, korban di diagnosa korban mengalami MBA atau mati batang otak dan semua organ dalam sudah tidak berfungsi," ujar Barung.

Dari kejadian tersebut kasusnya langsung ditangani. Polisi dan siswa yang diduga sebagai penyebab yang melakukan penganiayaan langsung diamankan.

"Sekarang siswanya masih diperiksa penyidik Polres Sampang," katanya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP