Apenangge Kogoya, warga Kenyam, Kabupaten Nduga tewas setelah menyerang anggota TNI yang bertugas di Pos Kenyam. Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen George Supit membenarkan insiden tersebut.
"Betul ada insiden yang terjadi Senin (1/1) menyebabkan satu warga meninggal dunia setelah menyerang anggota dengan menggunakan parang," kata George Supit di Jayapura, Rabu (3/1).
Dia menjelaskan, dari laporan yang diterima terungkap korban menyerang dengan menggunakan parang hingga melukai tangan Lettu Inf Didik F yang menjabat komandan pos. Pelaku dilumpuhkan setelah berusaha merampas senjata api milik petugas.
"Korban diduga ingin merebut senjata api milik anggota," kata George Supit.
Kapendam XVII/Cenderawasih Kol Inf M Aidi secara terpisah menjelaskan, dari laporan yang diterima pos TNI diserang oleh sekelompok pemuda saat perayaan tahun baru. Ketika itu sekelompok masyarakat datang mengucapkan selamat tahun baru ke pos tersebut.
"Saat warga datang berkunjung ke pos untuk mengucapkan selamat tahun baru, tiba-tiba empat orang pemuda masuk ke dalam pos dan melakukan perusakan termasuk korban," kata Aidi seperti diberitakan Antara.
Dia menuturkan, pelaku bersama rekan-rekannya sempat disuguhi kue dan minuman ringan. Setelah itu anggota TNI masuk dan melakukan aktivitas, namun tiba-tiba pelaku masuk ke dalam pos dan berupaya mengambil senjata api jenis pistol milik anggota.
"Anggota sempat melakukan perlawanan dan mengejar para pelaku yang melarikan diri, sedangkan korban yang membawa parang melakukan perusakan di dalam pos sebelum ikut melarikan diri," kata Aidi.
Dia menambahkan, setelah berhasil diamankan anggota kemudian memanggil polisi untuk diserahkan dan diproses lebih lanjut namun korban ternyata sudah meninggal dunia. Jenazah korban saat ini sudah dibawa keluarganya untuk dimakamkan.