Seorang warga Indonesia dan tiga warga asing lain, yakni Iran Malaysia, dan Thailand, diculik kelompok bersenjata di Nigeria. Kemungkinan dia adalah pekerja di kapal tongkang minyak saat berlayar di pantai Delta Nigeria, dekat Teluk Guinea. Selain menculik, kelompok itu membunuh dua anggota angkatan laut setempat dan melukai dua lainnya.
BBC melaporkan, Minggu (5/8), identitas korban penculikan sampai saat ini belum diketahui. Kapal tongkang itu dimiliki oleh perusahaan Grup Sea Trucks, sebuah firma pengeboran minyak internasional.
Menurut keterangan petugas, penyerangan itu terjadi dini hari sekitar 56 kilometer lepas pantai Nigeria. Insiden ini menjadi perhatian serius dalam industri minyak dan gas lantaran mereka mengklaim berhasil memproduksi 2,7 juta barel saban hari.
Padahal, penyerangan terhadap pekerja dan kilang minyak lepas pantai Nigeria menurun sejak 2009. Saat itu pemerintah menawarkan pengampunan bagi para anggota militan. Tetapi menurut beberapa pihak kesepakatan damai itu masih menyisakan masalah.
Militan sering menyerang perusahaan minyak internasional karena menuntut perbaikan nasib dari pemerintah. Pemerintah Nigeria dianggap gagal mensejahterakan rakyat padahal sumber daya alam melimpah.