Satu bulan listrik padam, pelajar di Kalteng tak fokus hadapi UN

Sudah hampir sebulan pemadaman listrik di Kalimantan Tengah dan akibatnya siswa disana sulit untuk konstrasi hadapi UN.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
Satu bulan listrik padam, pelajar di Kalteng tak fokus hadapi UN
ujian nasional. ©2012 Merdeka.com

Sudah hampir sebulan pemadaman listrik terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimatan Tengah. Hal itu juga menyebabkan para pelajar yang akan mengikuti ujian tengah semester dan ujian nasional (UN) 12 April nanti merasa terganggu.

"Cukup mengganggu juga karena biasanya jadwal belajar malam hari. Kalau listrik padam, pasti terganggu belajar. Pakai lampu darurat itu tidak senyaman pakai listrik PLN karena bisa lebih terang," kata salah satu pelajar,Sarah dikutip Antara, di Sampit, Sabtu (26/3).

Banyak siswa yang akhirnya mengubah jadwal belajar mereka menjadi sore hari. Mereka pun berharap kepada Perusahaan Listrik Negara segera mencarikan solusi supaya pemadaman listrik tidak terjadi lagi.

"Anak saya baru selesai ujian tengah semester. Kemarin sangat terasa cukup terganggu belajar karena listrik sering padam. Jadi, belajar diubah menjadi sore hari karena kalau malam mati lampu itu anak saya tidak bisa konsentrasi belajar," kata Maria, salah satu orang tua siswa.

Sementara itu, ditemui ditempat terpisah Manajer PT PLN Rayon Sampit, Ginter Theo Limin mengatakan, pihaknya akan menyiapkan genset untuk mengamankan pasokan listrik ke sekolah-sekolah yang menggelar ujian nasional berbasis komputer pada 4 hingga 12 April nanti.

"Kami berusaha ikut menyukseskan ujian nasional. Ada beberapa sekolah yang tidak memiliki genset,kita berupaya mem-'back up'. Ada tiga sekolah,ini tugas kami menyediakannya dengan menyewa genset," kata Ginter.

Namun,pihaknya tidak tidak berani menjamin tidak adanya pemadaman malam hari saat anak-anak sedang belajar karena malam hari merupakan saat beban puncak.

"Kami berusaha semaksimal mungkin tidak melakukan pemadaman di permukiman, khususnya malam hari. Nanti rencananya untuk sementara pemadaman di industri, hotel dan usaha, seperti hotel dan pusat perbelanjaan. Kita harapkan mereka gunakan genset dulu, sehingga listrik yang biasa untuk mereka bisa kita alihkan kepada masyarakat yang membutuhkan," tandas Ginter.

Rekomendasi