Satgas Sebut Anies Tak Pernah Izinkan Rizieq Rayakan Pernikahan Anak

Dia melanjutkan, surat tersebut juga bisa dilihat oleh Tim Satgas Covid-19 yang diperoleh dari Pemda DKI Jakarta. Dia juga meminta masyarakat untuk menghargai jerih payah tenaga kesehatan dan Satgas yang sudah bertugas menangani Covid-19.

Rifa Yusya Adilah
Oleh Rifa Yusya Adilah - Reporter
Satgas Sebut Anies Tak Pernah Izinkan Rizieq Rayakan Pernikahan Anak
Letjen Doni Monardo. ©2020 Merdeka.com/Rifa Yusya Adilah

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, Pemprov DKI sejak awal tidak mengizinkan Habib Rizieq Syihab merayakan pernikahan akbar putrinya. Pelarangan tersebut sudah disampaikan dengan surat resmi dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Pemerintah DKI tidak pernah mengizinkan. Gubernur DKI (Anies Baswedan) melalui Wali Kota Jakarta Pusat telah membuat surat," kata Doni dalam konferensi pers di Wisma Atlet, Jakarta, Minggu (15/11).

Dia melanjutkan, surat tersebut juga bisa dilihat oleh Tim Satgas Covid-19 yang diperoleh dari Pemda DKI Jakarta. Dia juga meminta masyarakat untuk menghargai jerih payah tenaga kesehatan dan Satgas yang sudah bertugas menangani Covid-19.

"Jangan karena dipaksa, karena adanya sanksi baru patuh. Tidak boleh. Menghadapi Covid-19 harus total, tanpa pamrih karena Covid-19 menyerang kita tidak ada jam kerja dan hari libur, kapan saja," katanya.

Doni yang mewakili para Satgas Covid-19 pun berharap masyarakat bisa terketuk hatinya agar kejadian tersebut tidak terulang lagi. Doni mengatakan, Satgas Covid-19 sudah merelakan waktu yang cukup banyak untuk mengutamakan rakyat Indonesia, dibandingkan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.

"Kita semua butuh waktu untuk bertemu keluarga, tapi karena kasus makin banyak tidak mungkin kami mementingkan keluarga dibandingkan masyarakat," kata dia.

Kesadaran Masyarakat Masih Kurang

Dia pun mengatakan, siapapun yang menyelenggarakan acara di tengah pandemi dan menimbulkan kerumunan juga akan mendapatkan sanksi di akhirat, bukan hanya sanksi di dunia saja.

"Tetapi juga kelak di kemudian hari mendapat permintaan pertanggungjawaban dari Allah SWT karena kegiatan yang menimbulkan kerumunan itu terjadi penularan," kata Doni

Dia mengakui jika kesadaran masyarakat untuk menjaga jarak dan menghindari kerumunan masih belum optimal. Padahal, kegiatan yang menimbulkan kerumunan hampir pasti bisa terjadi penularan Covid-19, baik menulari maupun tertular. Oleh sebab itu, ia mengajak semua pihak untuk meningkatkan kesadaran kolektif dalam melaksanakan protokol kesehatan.

Doni memaparkan, data yang diperoleh satgas selama 8 bulan terakhir ini menunjukkan bahwa angka kematian penderita komorbid dan lansia yang positif Covid-19 mencapai 80-85 persen.

"Angka yang sangat tinggi. Untuk itu, seluruh pihak, tokoh agama, tokoh masyarakat bisa mengingatkan warganya untuk menghindari kerumunan," ujarnya.

Seperti yang diketahui, Pemimpin FPI Rizieq Syihab menggelar acara pernikahan sekaligus Maulid Nabi pada Sabtu, 14 November 2020. Acara nikah tersebut dihadiri ribuan orang hingga menutup Jalan Ks. Tubun, Jakarta Pusat. Rizieq didenda Rp50 juta akibat acara pernikahan anaknya itu.

Rekomendasi