Mukhmainnah (24) salah satu korban longsor tembok rel kereta bandara hingga kini masih dirawat di RS Siloam Hospital Lippo Village Karawaci. Kondisi terus membaik dari hari sebelumnya.
"Tadi jenguk kondisi sehat sekali, jadi dari pagi bisa makan walaupun masih sedikit," kata Head Business and Development Siloam Hospital Lippo Village, Alexander Mutak, kepada wartawan, Rabu (7/2).
Selain sudah bisa makan sendiri, kondisi membaik Mukhmainnah juga terlihat dari cairan tubuh yang normal. "Hal itu ditandai dengan kondisi air seni pasien yang sudah bagus," jelasnya.
Namun, Mukhmainnah masih merasakan pegal-pegal di sejumlah anggota tubuhnya karena berada dalam mobil sangat lama dengan posisi yang tidak nyaman.
"Masih ada pegel, karena lumayan lama di mobil yang jelas tim dokter bekerja maksimal untuk membantu," ujar Alex
Saat ini Mukhmainnah masih dijaga oleh pihak keluarga di ruang perawatan semi intensif.
"Saat ini dia berada di ruang perawatan semi intensif. Kalau tuhan menghendaki dalam dua hari atau tiga hari ke depan bisa pindah ke ruang perawatan biasa. Dia makan sendiri tapi sedikit, lalu disuapi Ibunya, tapi dia mau," katanya.
Alex mengatakan, Mukhmainnah juga berterima kasih pada seluruh pihak yang telah membantu dan mendoakannya.
"Waktu saya tanya Mukhmainah mau titip pesan, dia bilang mohon doa supaya bisa pulih, cepat sehat lagi dan terima kasih kepada seluruh rakyat indonesia atas doanya karena dia tau ini diliput banyak orang juga," ucapnya.
Pihak keluarga Mukhmainnah (24), belum mau memberi tahu ihwal kematian Dianti Dyah Ayu Cahyani Putri. Dianti merupakan rekan kerja sekaligus teman dekat Mukhmainnah yang sama-sama menjadi korban longsor di Jalan Perimeter Selatan pada Senin (5/2).
"Belum, untuk menjaga psikisnya, mungkin lambat laun nanti akan saya beritahukan," ucap Syamsuddin Ismail, Ayah Mukhmainnah di temui di Siloam Hospital Lippo Village, Rabu (7/2/2018).
Dia menjelaskan Mukhmainnah dan Dianty merupakan sahabat dekat. Mereka akrab sejak mulai bekerja di PT GMF Aeroasia. Keduanya merupakan analis keuangan anak usaha PT Garuda Indonesia itu.
Syamsuddin memastikan, kondisi Mukhmainnah saat ini sudah lebih membaik dibanding sebelumnya. "Hanya butuh istirahat saja, semuanya sudah lebih membaik. Tinggal pemulihan," katanya.