Gubernur Ridwan Kamil menyatakan realisasi vaksinasi Covid-19 di Jawa Barat (Jabar) sudah melebihi target. Meski demikian, ia mengimbau masyarakat tetap mewaspadai virus Covid-19 varian omicron.
Dia mengatakan, wilayah Jabar ditargetkan oleh pemerintah pusat merealisasikan vaksinasi Covid-19 sebesar 70 persen hingga akhir tahun 2021. Ia memastikan angka itu sudah terlampaui.
"Jawa Barat sudah melewati target dari pemerintah. Target pemerintah menitipkan di akhir tahun ini vaksinasinya itu di 70 persen. per hari ini kita sudah 71 persen mau ke 72 persen," kata Ridwan Kamil, Kamis (23/12).
Sehingga diharapkan di akhir tahun ini kemungkinan (vaksinasi covi-19) bisa di angka 74 atau 75 persen.
Menurut dia, raihan ini adalah kerja keras dari semua pihak, termasuk TNI-Polri. Beberapa daerah terus didorong untuk bisa mengakselerasi vaksinasi. Hal tersebut merupakan salah satu upaya meraih kekebalan kelompok dan mencegah penyebaran omicron.
"Kekhawatiran omicron yang sudah ada lima kasus di nasional ini tidak tembus ke penularan lokal, karena sekarang lima kasus ini adalah rata-rata yang datang dari luar negeri jadi belum ditemukan di Jawa Barat kasus omikron," terang dia.
Di sisi lain, meski angka vaksinasi sudah tinggi, jelang akhir tahun ia mengimbau tidak ada perayaan berlebihan. Semua tempat yang berpotensi menyebabkan kerumunan, semacam alun-alun ditutup.
Pengetatan dan pengawasan di destinasi wisata pun ditingkatkan. Pengelola diminta untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat, termasuk membatasi jumlah pengunjung.
"Aplikasi pedulilindungi benar-benar digunakan sebagai dasar untuk menyeleksi orang-orang yang punya potensi Covid-19 bisa discreening melalui aplikasi tersebut, juga dicek status vaksin (dua dosis)," pungkasnya.