Sosok Puti Guntur Soekarno terus berkibar di dunia internasional. Di Jepang, di depan para guru besar Universitas Kokushikan, Puti menjabarkan bagaimana Pancasila sebagai penuntun bagi Bangsa Indonesia.
"Satu yang perlu dipahami, Pancasila mutlak tidak boleh diubah. Pancasila merupakan penuntun dinamis ke arah tujuan kemerdekaan,"kata Puti Guntur Soekarno calon wakil gubernur Jawa Timur.
Puti menuturkan, saat ini para sejarawan masih terus menyusun sejarah nasional sebagai usaha membangun watak bangsa, termasuk meluruskan dan menegaskan hari lahir Pancasila 1 Juni 1945 yang menjadi sumber Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
"Kami menyadari hanya dengan dan melalui Pancasila kemerdekaan yang diraih kekal hingga hari ini, dan Insya allah Negara Kesatuan Republik Indonesia lestari-abadi sepanjang masa," ujarnya.
Pancasila, ujar dia, merupakan philosofische-grondslag dari Indonesia merdeka yang memiliki dua dimensi, pertama sebagai dasar negara (meja statis) dan kedua sebagai bintang penuntun (leitstar) dinamis ke arah mana tujuan kemerdekaan Indonesia akan labuh-bersandar, sebagai dasar negara, Pancasila mutlak tidak boleh diubah.
Namun, sebagai bintang penuntun yang dinamis dalam usaha mengantar rakyat dan bangsa Indonesia menuju masyarakat adil dan makmur, berketuhanan atau masyarakat sosialis modern Indonesia yang religius sebagaimana dicita-citakan Bung Karno, maka Pancasila akan dan harus terimplementasi sesuai perkembangan zaman menjadi sistem budaya.
Artinya, Pancasila bisa diamalkan sesuai tradisi hidup dan berjalan efektif dalam setiap langkah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, berpemerintahan dan bernegara, baik dalam hal politik, sosial, ekonomi dan kebudayaan sebagai satu ideologi yang diamalkan atau praktikal. "Pancasila tidak akan bertentangan dengan budaya. Justru Pancasila akan mengawal kelestarian budaya tersebut," terang Puti.
Langkah inilah yang membuat Indonesia akan menjadi negara besar. Dengan ribuan pulau, Pancasila mampu untuk mempertahankan kedaulatannya. Meskipun banyak pihak yang berusaha untuk merongrong, akan tetapi Indonesia masih tetap satu. Apapun budaya, apapun adatnya, dan apapun kulitnya tidak menjadi perbedaan. Justru, dengan perbedaan inilah Indonesia menjadi Bangsa yang disegani negara-negara lain.
Saat ini, banyak negara yang ingin belajar ke Indonesia. Mereka sangat heran kenapa Indonesia yang memiliki ribuan pulau, tetapi kehidupan rakyatnya bisa saling berdampingan. Hal ini berbeda dengan kondisi-kondisi bangsa lain yang sangat rentan adanya perpecahan lantaran ada perbedaan ras dan agama.
"Di sinilah letak keindahan Indonesia. Perbedaan ras, suku, dan agama tidak menghalangi untuk bisa saling bersanding," kata cucu Soekarno ini.