Pria perekam video gay di Depok adalah PSK, sudah layani 50 orang

Pria perekam video gay di Depok adalah PSK, sudah layani 50 orang. Rudi pertama kali mendapatkan bayaran Rp 300 ribu ketika melayani kuli bangunan. Saat itu dia terdesak faktor ekonomi. Karena dia di Depok merantau seorang diri dan untuk bertahan hidup dia pun melacurkan diri.

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
Pria perekam video gay di Depok adalah PSK, sudah layani 50 orang
pasangan gay di Depok. ©2018 Merdeka.com

Rudi Saputra (21) alias Daniel, gay yang merekam adegan mesum sesama jenis adalah pekerja seks komersial (PSK). Dia menjadi PSK gay sejak tahun 2017 ketika merantau ke Depok. Pertama kali dia melayani pelanggannya dengan bayaran Rp 300 ribu.

Rudi pertama kali mendapatkan bayaran Rp 300 ribu ketika melayani kuli bangunan. Saat itu dia terdesak faktor ekonomi. Karena dia di Depok merantau seorang diri dan untuk bertahan hidup dia pun melacurkan diri.

Hingga saat ini Rudi sudah melayani puluhan orang yang semuanya adalah laki-laki. "Keterangan dia sudah lebih dari 50 melakukan dengan orang berbeda," kata Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto, Senin (22/1).

Dari 50 perbuatan seksual menyimpang tersebut, sekitar 20 di antaranya direkam di ponsel. Yang merekam adalah Rudi atas persetujuan pelanggannya.

"Dari 50 kegiatan tersebut, 20 di antaranya diambil video-nya dan di-upload di Twitter," tukasnya.

Rudi mendapatkan bayaran antara Rp 300.000-Rp 700.000 per pelanggan. Biasanya dia membuka harga awal Rp 700.000 dan ditawar oleh pelanggannya.

"Sejauh ini keterangan Rudi motifnya adalah ekonomi. Karena dia melakukan dengan orang yang bergantian dan mendapat bayaran," paparnya.

Video yang direkamnya itu sengaja diunggah ke sosial media dengan tujuan mencari pelanggan baru. Harapannya semakin banyak yang melihat dan menyewa jasanya.

"Ini masih pendalaman lagi siapa saja yang menjadi pelanggannya. Kemudian media apa saja yang dijadikan untuk merekam dan upload," tuturnya.

Rekomendasi