Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan keprihatinannya menyikapi kondisi terkini di Ukraina atas invasi Rusia. Menurutnya, saling serang dua negara membuat tantangan ke depan semakin tidak bisa diprediksi.
Hal itu disampaikan Jokowi saat saat membuka Rapat Pimpinan TNI-Polri di Mabes TNI, Selasa (1/3).
"Dulunya ketidakpastian itu karena disrupsi teknologi, karena revolusi 4.0, tetapi ini ditambah lagi dengan pandemi, tambah lagi dengan perang di Ukraina," kata Jokowi.
Bahkan, katanya, peperangan tersebut menimbulkan ketidakpastian global dan merembet kepada negara-negara lain. Sehingga muncul masalah baru.
"Yang dulu tidak pernah kita hitung, sekarang muncul semuanya problem-problem itu," pungkasnya.
Untuk diketahui perang antara Rusia dan Ukraina akhirnya meletus usai pasukan Rusia melancarkan serangan ke negara berbendera biru kuning itu, Kamis (24/2). Serangan dilancarkan tentara merah setelah Presiden Putin mengumumkan secara resmi operasi militer Rusia ke Ukraina.
Invasi Rusia ke Ukraina memasuki hari ke enam. Kedua negara sepakat melakukan perundingan untuk untuk mengambil langkah-langkah terbaik mencegah semakin banyaknya korban berjatuhan. Meski sampai saat ini belum ada hasil yang diumumkan ke publik terkait perundingan yang dilakukan di Belarusia.