Polri Ajukan Tambahan Anggaran Rp28,58 Triliun untuk Tahun 2022

Pagu anggaran indikatif Polri sebanyak Rp97,5 triliun untuk tahun 2022 belum mencukupi.

Muhammad Genantan Saputra
Polri Ajukan Tambahan Anggaran Rp28,58 Triliun untuk Tahun 2022
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo Luncurkan Aplikasi Aduan Propam Polri. ©2021 Liputan6.com/Johan Tallo

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengajukan penambahan anggaran Rp28,584 triliun kepada DPR. Wakapolri Komjen Gatot Eddy menilai, pagu anggaran indikatif Polri sebanyak Rp97,5 triliun untuk tahun 2022 belum mencukupi.

"Setelah dilakukan analisis dan exercise terhadap pagu indikatif Polri pada tahun 2022 serta memperhatikan rasio penggunaan anggaran dan capaian kinerja sebelumnya maka alokasi pagu indikatif tersebut belum mencukupi kebutuhan minimal anggaran di lingkungan Polri terutama yang bersumber dari rupiah murni," katanya dalam rapat di Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/6).

Menurutnya, tambahan anggaran itu dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan, ketanggapan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, dan memperhatikan capaian target sasaran prioritas kinerja pemerintah dan rencana kerja Polri tahun 2022 yang belum tercukupi.

Kemudian, permasalahan Covid-19 yang berdampak pada keamanan ketertiban masyarakat (kamtibnas) serta kenaikan aksi terorisme atau radikalisme yang berakibat terhadap gangguan kamtibnas.

"Selain hal tersebut, Pemilu Pilpres 2024 situasi kamtibnas sudah mulai dirasakan tahun ini maka Polri telah mengusulkan tambahan anggaran pada penetapan pagu anggaran tahun anggaran 2022 kepada kementerian keuangan dan Kementerian Bappenas," kata Gatot.

"Dengan surat Kapolri nomor B/3433/REN.2.3/2021 tanggal 27 Mei 2021 perihal usulan kebutuhan anggaran tambahan dalam penetapan pagu anggaran Polri tahun anggaran 2022 Rp28,584 triliun," sambungnya.

Selain itu, Gatot menjelaskan, tambahan anggaran yang diusulkan juga akan dialokasikan untuk belanja barang sebesar Rp10,222 triliun dan kebutuhan modal sebesar Rp18,362 triliun.

Dia menuturkan, belanja barang itu antara lain terdiri atas operasional Kepolisian sebesar Rp2,273 triliun, pengamanan destinasi wisata sebesar Rp77,98 miliar, hingga pengamanan ibu kota negara baru sebesar Rp63,37 miliar.

Sedangkan, belanja modal akan diprioritaskan untuk pembangunan fasilitas pengadaan peralatan Polri yang modern dan berbasis IT.

"Kiranya hasil rapat ini dapat mempertimbangkan adanya penyesuaian dan penambahan anggaran untuk Polri pada penetapan pagu anggaran RAPBN tahun anggaran 2022," katanya.

Rekomendasi