Polisi tembak 5 anggota kelompok Palembang pembobol ATM di Semarang

Para pelaku beraksi lintas provinsi dengan menggunakan alat las.

Parwito
Oleh Parwito - Reporter
Polisi tembak 5 anggota kelompok Palembang pembobol ATM di Semarang
Komplotan pembobol ATM ditangkap. ©2016 merdeka.com/parwito

Satuan Resmob Polrestabes Semarang berhasil meringkus sebanyak 7 anggota kelompok Palembang yang merupakan pelaku spesialis pembobol ATM dan brankas di Kota Semarang, Jawa Tengah.Lima di antaranya, anggota spesialis pembobol ATM dan brankas minimarket dengan menggunakan mesin las ini ditembak pada bagian kakinya oleh petugas yang dipimpin oleh Kasubnit Lidik Resmob Ipda Dimas Charis dan Aiptu Janadi.Ketujuh tersangka anggota komplotan tersebut adalah; Sobri (42) warga Desa Malangsari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Lampung Selatan, Isudin (46)warga Kp. Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Zakaria (41) warga Jalan Trans Subuh, Kelurahan Muara Rupit, Kecamatan Ulurawa, Kabupaten Muratara, Palembang.Kemudian, Iwan Suryadi (40) warga. Jalan Kesehatan, Kelurahan Karangdapoh, Kecamatan Karangdapoh, Kabupaten Muratara, Palembang, Mantap Asnawi (36) warga Jalan Rama 4 LR Melati, Alang Lebar Palembang, Sarmadi (40) warga Karangdapo, Kelurahan Karangdapo, Kabupaten Muratara, Sumatera Selatan, Jarmanto alais Fajar(35) warga Jalan Taman Srikaton Selatan, Purwoyoso, Kota Semarang.Mereka berhasil diringkus oleh anggota Resmob Polrestabes Semarang pada Selasa (29/3) lalu. Empat orang diantaranya yaitu Sarmandi, Sobril, Mantap, dan Iwan ditangkap di Cibarusah, Bekasi. Sementara tersangka lainnya ditangkap di Kota Semarang. Dalam pelariannya, mereka juga menggunakan plat nomor palsu pada kendaraan agar tidak terlacak.Selain mengamankan tujuh tersangka, petugas juga berhasil menyita barang bukti dari tangan tersangka berupa; 2 tabung gas, 2 (dua) buah selang gas, 1 unit motor ymh mio j wrn ungu H-5719-EQ, 1 unit mobil kijang inova silver, 3 pasang plat no B-1870-BRZ, B-1290-FKH, B-1350-UH, 2 buah linggis ukuran sedang, 2 buah mata bor, 3 buah tas punggung warna abu-abu berisi bermacam pakaian, 1 pemotong kaca, 3 buah drei (1 ukuran kecil/ 2ukuran besar), 1 pipa besi warna merah, 3 buah sajam pisau clurit dan parang.Lalu beberapa ikat tali rapia 2 buah tutup muka kain, 2 buah lakban untuk mentutup CCTV, 1 buah tas jinjing hitam berisi bermacam pakaian, 6 lembar kartu ATM terdiri dari 4 ATM BRI, 1 ATM BCA dan 1 ATM BNI. Selain itu juga uang tunai hasil kejahatan sebesar Rp 9,25 juta.Kapolrestabes Semarang Kombes Burhanudin mengungkapkan, para pelaku sudah beraksi berkali-kali di berbagai wilayah lintas provinsi. Aksi terakhir di Kota Semarang, mereka membobol ATM di Jalan Raya Setiabudi, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah pada 6 Februari lalu sekitar pukul 03.00 WIB."Sangat profesional kerja mereka. Bikin denah jadikan sasaran. Pelajari selama seminggu kemudian mereka membagi tugas. Siapa berbuat apa masing-masing anggota komplotan mereka," ungkap Burhanudin saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang Jalan Dr Soetomo, Kota Semarang, Jawa Tengah Kamis (31/3).Dalam aksinya, setelah mereka mendapatkan sasaran kemudian menjebol rolling dor. Setelah berhasil masuk ke dalam toko kemudian rolling dor kembali di tutup sehingga dari luar mini market seolah tidak ada kejadian apapun dari luar.Burhanudian menjelaskan, saat menjebol casing mesin ATM mereka tidak kesulitan karena untuk mengambil brankas ATM, mereka sudah mempersiapkan alat las. Alat las tersebut yang digunakan komplotan mereka untuk menjebol mesin ATM dan membawa kabur brankas."Terakhir beraksi di Kota Semarang, mereka berhasil membawa kabur uang yang ada di dalam brankas mesin ATM sebesar Rp 84 juta. Hasilnya kemudian mereka bagi-bagi, masing-masing mendapatkan Rp 10 juta. Kemudian sisanya untuk operasional seperti bayar hotel, beli BBM dan lain-lain," ujarnya.Burhanudian mengungkapkan dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, di Kota Semarang mereka berhasil membobol dua mesin ATM yang ada di Jalan Raya Setiabudi dan juga mini market di Mangkang. Selain itu mereka juga membobol dan menggasak sebanyak 700 handphone dari konter di daerah Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Rekomendasi