Polisi tangkap 39 orang dalam bentrokan antarormas di Kampar

Mereka berasal dari ormas Laskar Merah Putih dan Pemuda Pancasila.

Abdullah Sani
Oleh Abdullah Sani - Reporter
Polisi tangkap 39 orang dalam bentrokan antarormas di Kampar
Ilustrasi Bentrokan. ©2014 Merdeka.com

Untuk mengantisipasi bentrok susulan antara Organisasi Masyarakat Pemuda Pancasila dengan Laskar Merah Putih, Kepolisian Daerah Riau mengerahkan ratusan polisi gabungan ke Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. Bahkan, polisi sudah menahan 39 orang dari kedua kubu, diduga terlibat dalam bentrokan berdarah itu."Setelah kita mendapat informasi bentrok tersebut, kita kerahkan satu Kompi Brimob, satu Peleton Sabhara, Intel, Dalmas, Propam dan lainnya, termasuk dari Polres Kampar," kata Kapolda Riau, Brigjen Pol Supriyanto, kepada merdeka.com, Rabu (27/4).Dikatakan Supriyanto, 39 orang ditangkap itu berasal dari Ormas Laskar Merah Putih dan Pemuda Pancasila (PP)."Saat ini, 39 orang yang kami amankan masih diperiksa untuk dimintai keterangannya. Sedangkan untuk kondisi di lokasi bentrok sudah kondusif. Kita mencegah supaya tidak ada bentrokan susulan," ujar Supriyanto.Bentrokan itu terjadi pada Rabu dini hari. Akibatnya, satu orang anggota Laskar Merah Putih bernama Jalaludin tewas. Sedangkan Ketua Ranting Pemuda Pancasila Desa Kasikan, Kepler Nainggolan, terluka akibat tebasan senjata tajam.Dalam kerusuhan ini, massa Laskar Merah Putih sempat menyisir massa dari Pemuda Pancasila. Mereka membawa berbagai jenis senjata tajam, termasuk bom molotov. Akibat peristiwa itu, pos ranting Pemuda Pancasila rusak parah, dan beberapa kendaraan dibakar.

Rekomendasi