Meninggalnya 3 mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) saat mengikuti Diksar Mapala di Lereng Gunung Lawu selatan, Dukuh Tlogodlingo, Desa Gondosuli Tawangmangu, mendorong Polres Karanganyar membentuk tim investigasi guna mengusut tuntas peristiwa tersebut.Kapolres Karanganyar Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ade Safri Simanjuntak mengatakan, sejumlah saksi sudah menjalani pemeriksaan sejak Senin kemarin. Selain keluarga korban, Selasa pagi ini pihaknya juga memeriksa 11 saksi."Saksi pertama yang kami periksa adalah keluarga korban, kemudian pagi tadi tim berangkat ke Yogyakarta memeriksa 11 saksi lainnya. Sebagian besar saksi yang diperiksa itu adalah teman-teman korban yang mengikuti acara Diksar di Gunung Lawu. Selain teman korban, pemeriksaan juga dilakukan kepada pihak Kampus UII," ungkap Ade, Selasa (24/1).Selain memeriksa saksi, pihaknya juga berencana menyita sejumlah barang bukti yang bisa menjadi petunjuk. Namun Ade enggan memyampaikan barang bukti apa saja yang kemungkinan akan diamankan. Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) juga sudah dilakukan."Dari olah TKP, kami amankan beberapa alat bukti, semoga nanti alat bukti bisa bertambah lagi untuk mengungkap penyebab kematian para korban," ucapnya.Ade Safri menambahkan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil visum dan autopsi jenazah para korban. Hasil itu nantinya juga bisa digunakan untuk mengetahui penyebab kematian korban, apakah wajar atau ada unsur penganiayaan yang dilakukan oleh orang lain."Hasil autopsi dari Rumah Sakit Dokter Sardjito sampai saat ini belum keluar, kita masih menunggu itu untuk mengungkap apa yang terjadi dalam Diksar itu," katanya.
Polisi periksa sejumlah saksi dan olah TKP tewasnya 3 mahasiswa UII
Polisi periksa sejumlah saksi dan olah TKP tewasnya 3 mahasiswa UII. Hari ini 11 saksi telah diperiksa. Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti terkait kasus ini.
Rekomendasi