Polisi Ditembak di Depok Tinggalkan Dua Anak dan Seorang Istri

Rencananya, setelah jenazah Bripka RE tiba di rumah duka akan disemayamkan di TPU Jonggol, Kabupaten Bogor.

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
Polisi Ditembak di Depok Tinggalkan Dua Anak dan Seorang Istri
Garis polisi. Liputan6

Bripka Rahmat Effendy tewas ditembak rekannya Brigadir RT. Peristiwa itu terjadi di Polsek Cimanggis, Depok, pada Kamis (25/7) malam kemarin.

Penembakan bermula saat Bripka Rahmat Effendy mendatangi SPK Polsek Cimanggis sambil membawa FZ, seorang pelaku tawuran yang diamankan. Kemudian, orangtua FZ menyusul sambil membawa dua polisi juga salah satunya Brigadir RT.

Kedatangan mereka untuk meminta agar FZ dibina orangtuanya dan tidak diproses hukum.

"Namun Bripka RE langsung menjawab bahwa proses sedang berjalan dan saya sebagai pelapornya dengan nada agak keras bicaranya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, Jumat (26/7).

Reaksi Bripka Rahmat membuat Brigadir RT meradang. Brigadir RT emosi dan masuk ke ruangan sebelah lalu mengeluarkan senjata dan langsung menembak senjata api jenis HS 9 ke arah Bripka Rahmat sebanyak 7 kali tembakan.

"Mengenai bagian dada, leher, paha dan perut sehingga korban meninggal di tempat," jelas Argo.

Di lokasi ditemukan 7 selongsong sesuai tembakan yang dilepaskan Brigadir Rahmat.

Terpisah, Sumarna, ketua RT 03/RW08 di rumah duka mengatakan, Bripka Rahmat meninggalkan dua orang anak dan satu orang istri.

"Yang bersangkutan, punya anak dua yang satu lulus SMA sedangkan satu lagi baru lulus dari pondok pesantren," ucap Sumarna.

Rencananya, setelah jenazah Bripka Rahmat Effendy tiba di rumah duka akan disemayamkan di TPU Jonggol, Kabupaten Bogor. Namun, pihak keluarga hingga kini masih melakukan rapat keluarga. "Tapi belum pasti juga," tutupnya.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono, berduka cita atas peristiwa yang dialami bawahannya. Dia berjanji akan mengusut tuntas kasus penembakan ini.

"Kami Polri berduka, khususnya Polda Metro, kita masih dalami motifnya. Tunggu saja," kata Irjen Gatot Eddy Pramono.

Rekomendasi