Alat peringatan dini atau early warning system (EWS) yang dipasang di Gunung Merapi berfungsi dengan baik. Alat peringatan dini ini akan otomatis menyala jika Gunung Merapi masuk ke status awas.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Joko Supriyanto mengatakan ada lebih dari 20 alat peringatan dini yang saat ini terpasang. Pihak BPBD Sleman sudah melakukan pengecekan terhadap fungsi alat tersebut.
"EWS nyala semua. Akan menyala otomatis jika Merapi memasuki status awas," ujar Joko, Selasa (22/5).
Joko mengungkapkan selain menyala otomatis dalam status awas, alat peringatan dini juga dinyalakan secara manual. Bisa menyala manual, kata Joko, apabila terjadi lahar dingin maupun elevasi tertentu.
Joko menambahkan pihak BPBD Sleman juga telah menyiapkan jalur evakuasi bagi warga di lereng Gunung Merapi. Titik kumpul bagi warga, lanjut Joko juga sudah dilengkapi dengan penunjuk arah menuju ke barak-barak pengungsian yang sudah disiapkan.
"Kami telah menyiapkan 12 barak untuk pengungsian. Ke 12 barak ini berada di Kecamatan Turi, Tempel, Pakem, Cangkringan, Ngemplak," tutup Joko.