Petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Soekarno Hatta membenarkan terjadinya operasi tangkap tangan (OTT). Kemungkinan besar operasi tersebut dilakukan di luar terminal bandara.
"Karena kalau di dalam, dia harus punya pas dan kalau pun masuk harus seizin kami," ujar Kepala Avsec Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Butar-butar ketika dihubungi Selasa (20/10).
Ketika ditanya lebih detail terkait penangkapan tersebut, Butar-butar mengaku tidak tahu menahu. "Kalau sudah KPK kita pun tak tahu, ini saya pun hanya dengar-dengar saja dari yang di lapangan, terkait detailnya kita tak tahu siapa dan bagaimana ditangkapnya," tambahnya.
Dia menuturkan, tugasnya hanya fokus keamanan di dalam bandara. Seperti memeriksa barang bawaan penumpang. "Kita fokus sama kerja saja," katanya.
Diberitakan sebelumnya, KPK dikabarkan menangkap tangan seorang anggota DPR ketika sedang menerima suap. Anggota DPR yang dikabarkan tertangkap tangan itu adalah Dewie Yasin Limpo dari fraksi Hanura.
Kabar operasi tangkap tangan (OTT) Dewie Yasin Limpo itu ternyata sudah didengar oleh Fraksi Hanura di Senayan. Sekretaris fraksi Hanura Dadang Rusdiana mengaku sudah mendengar selentingan kabar itu tetapi dirinya belum bisa memastikan kebenarannya.
"Kita sudah dengar ada berita itu. Tapi saat kami konfirmasi telepon yang bersangkutan (Dewie Yasin Limpo) mailbox terus," ujar Dadang saat dihubungi, Selasa (20/10).
Dadang mengaku sudah menghubungi asisten Dewie Yasin Limpo, tetapi juga tidak ada jawaban. "Saya juga sudah telepon asisten pribadinya tidak ada jawaban. Tapi kan kita tunggu saja pengumuman resmi KPK. Bisa saja itu adiknya atau siapa kan?" terang Dadang.